Beranda Hukum Kriminal Polisi: Istri Bomber Mapolrestabes Medan Rencanakan Aksi Bom di Bali

Polisi: Istri Bomber Mapolrestabes Medan Rencanakan Aksi Bom di Bali

8207
BERBAGI
Suasana saat polisi menggeledah rumah keluarga terduga pelaku aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Medan, di Jalan Jangka, Gang Tenteram, Medan, Sumatera Utara, Rabu, 13 November 2019. ANTARA
Suasana saat polisi menggeledah rumah keluarga terduga pelaku aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Medan, di Jalan Jangka, Gang Tenteram, Medan, Sumatera Utara, Rabu, 13 November 2019. ANTARA

TERASLAMPUNG.COM  — Polisi menangkap  istri RMN (24 tahun), pelaku bom bunuh diri di Markas Polisi Resor Kota Besar Medan atau Polrestabes Medan, berinisial DA. DA diringkus saat Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah rumah RMN usai meledakkan diri pada 13 November 2019.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, DA diketahui lebih dulu terpapar paham radikal. DA bersama seorang napi kasus terorisme juga berencana beraksi di Bali.

Selain menangkap istri RMN, Densus 88 juga mengamankan orang tua dan mertua RMN.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan, DA diduga terpapar paham radikalisme terlebih dulu sebelum sang suami.

“DA ini aktif di media sosial dan secara fisik juga rajin berkomunikasi dengan seorang narapidana teroris berinisial I yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP),” kata Dedi di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok pada Kamis, 14 November 2019.

DA, kata Dedi, rutin mengunjungi I. Keduanya sudah berencana untuk melakukan aksi di Bali. Kendati demikian rencana tersebut masih didalami oleh Tim Densus 88.

“Semua masih didalami, baik RMN maupun istrinya, DA, apakah memiliki jaringan terstruktur atau tidak,” ucap Dedi.

RMN diketahui beraksi dengan mengenakan jaket ojek online. Ia menyusup masuk dengan memanfaatkan kerumunan masyarakat yang sedang mengantre pembuatan SKCK di Mapolrestabes Medan.

Dari ledakan bom bunuh diri tersebut, enam orang menjadi korban yakni empat orang anggota polisi, satu orang warga sipil, dan satu orang pekerja harian lepas. Seluruh korban kini tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Utara.

Tempo

Loading...