Beranda Hukum Teras Kriminal Polisi Masih Buru Pembunuh Sopir Travel

Polisi Masih Buru Pembunuh Sopir Travel

319
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Tim Inafis mengevakusi mayat Muhammad untuk divisum di RSU Abdoel Moeloek, Rabu (4/2).

BANDARLAMPUNG-Satuan Reserse Kriminal Polresta BandarLampung masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya Muhammad Chalik (40), sopir mobil travel  warga jalan Pulau  Morotai Gang Saleh Jagabaya Kelurahan Jagabaya III  Bandarlampung, Chalik ditemukan tewas dengan jeratan tali tambang dileher di Jalan Ridwan Rais tepatnya di bawah jembatan sungai dekat Bukit Camang, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya menjelaskan, hingga kini pihaknya telah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data keterangan empat saksi terkait tewasnya korban Chalik, anggota Polresta saat ini masih melakukan pendalaman mengenai penemuan jenazah tersebut.Baca: Mayat dengan Jeratan Tambang di Leher Ternyata Warga Jalan Pulau Morotai

” Ya terkait kasus tersebut anggota masih terus melakukan penyelidikan dan sudah mengumpulkan data keterangan, ada sekitar empat saksi yang dimintai keterangan yakni disekitar TKP dan keluarga korban. Kami masih lakukan pendalaman guna mengungkap kasus itu,” kata Dery Agung Wijaya saat di Maporesta Bandarlampung, Kamis (5/2).

Untuk mengenai motif kasus pembunuhan tersebut, Dery melanjutkan, sejauh ini pihaknya belum diketahui secara pasti, dan masih mengumpulkan data keterangan dilapangan. ” Motifnya sementara kami simpulkan baru pencurian dan kekerasan (curas) terkait adanya dugaan motif lain kami masih mendalaminya dan anggota masih di lapangan,” ujarnya.

Jenazah yang mulanya ditemukan tanpa identitas oleh Ahmad Halimi (30) seorang warga yang tinggal di Tanjung Raya, Tanjungkarang Timur dia adalah seorang pemancing di sungai dekat bukit Camang tepatnya di bawah jembatan di wilayah Gunung Camang Jalan Ridwan Rais, Tanjungkarang Timur (TkT) Bandarlampung, Rabu (4/2) sekitar pukul 10.30 Wib.

Kasus itu diketahui oleh keluarganya  setelah pihak keluarga melaporkan ke Polresta Bandarlampung terkait laporan orang hilang pada (4/2) sekitar 09.30 Wib. Lalu satu jam kemudian diinformasikan ditemukan sesosok mayat di bawah jembatan sungai camang oleh warga yang kemudian pihak polisi menghubungi keluarga korban yang langsung melihat dan dinyatakan benar bahwa itu adalah salah satu anggota keluarganya yang sejak malam selasa pergi belum pulang. Sontak kejadian itu membuat heboh warga sekitar dan keluarga duka.

Hingga kini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polisi masih mengejar pelaku  yang tega menghabisi nyawa korban serta membawa kabur sebuah mobil yang dikemudikan korban, yakni sebuah mobil milik korban Toyota Avanza warna hitam bernomor Polisi BE 2260 YS.

Hasil visum menunjukkan Chalik meninggal akibat jeratan tali tambang dibagian leher korban. Tali tambang sepanjang 136cm warna merah yang melilit leher hingga tiga lilitan di leher korban yang sehari-hari sebagai sopir travel itu.