Hukum  

Polisi Masih Kembangkan Penyidikan Dugaan Tersangka Pembuat Senpi Rakitan Sebagai Anggota Jaringan Teroris

Bagikan/Suka/Tweet:
Senjata api rakitan (ilustrasi)

M. Zaenuddin Lukman//Teralampung.com

Bandarlampug—Phompy Armedi (39), tersangka pembuat senjata api rakitan asal Kota Bandarlampung yang berhasil kabur melarikan diri saat mau ditangkap anggota Satreskrim Polresta Bandarlampung, pada 12 Oktober 2013 lalu, berhasil ditangkap Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (18/3).

“Tersangka Phompy ditangkap saat sedang berdagang di pasa. Warga di sana melapor ke polisi karena Phompy kerap melakukan penipuan,” kata  Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Komisaris Derry Agung Wijaya kata Derry,  Rabu (19/3).

 Sebelumnya, tersangka digerebek polisi di  rumah kontrakannya di Jalan Tunggul Ametung No. 48, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung pada Sabtu (12/10/2013) tahun lalu. Namun, saat itu  tersangka Phompy berhasil kabur.

Dery mengatakan, penangkapan tersangka Phompy berkat kerjasama dengan Polda DIY. Selain merakit senjata api, tersangka di Yohgya juga sering menipu sejumlah pedagang dengan berpura-pura menjadi dukun yang bisa menggandakan uang.

Menurut Derry,  juga mengatakan, bahwa tersangka saat ini tengah diperiksa secara intensif di Polda DIY terkait dengan adanya laporan penggelapan mobil sebanyak delapan unit didaerah tersebut dan penipuan-penipuan  yang dilakukan oleh tersangka.

“Selain melakukan penggelapan mobil sebanyak 35 unit kendaran di Lampung, tersangka juga melakukannya di Yogyakarta. Untuk penuman uang palsu dirumahnya dan senjata api, pelaku mengakui  bahwa itu miliknya,” katanya.

Terkait dugaan Phompy sebagai anggota teroris, Derry menjelaskan, hal tersebut masih dalam pengembangan sebab masih dalam pemeriksaan Polda DIY. Polresta Bandarlampung akan melakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap tersangka, usai dirinya diperiksa Polda DIY.

Sebelumnya, Polresta Bandarlampung mengungkap tempat pembuatan senjata api senjata api rakitan, yang telah beroperasi selama lebih dari satu tahun. Rumah kontrakan tersebut berada di jalan Tunggul Ametung No. 48, Kecamatan Kedaton yang ditempati oleh Phompy Armedi, berdasarkan informasi dari masyarakat dirumah kontrakan tersebut sering melakukan aktifitas yang mencurigakan.

“Rumah tersebut ditempati tersangka sudah sejak lama, dirinya pun diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan mobil rental,”  kata Derry.

Dia juga menambahkan, bahwa  dirumah tersebut telah dilakukan pengintaian sejak lama, pada saat dilakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap rumah kontrakan tersebut. Tersangka berhasil melarikan diri dan didalam rumahnya ditemukan senjata api rakitan dan berbagai peralatan untuk merakit senjata api.

“Di dalam kamarnya kita menemukan uang palsu senilai Rp205 juta, delapan buah kayu senjata laras panjang, 17 gagang untuk senjata genggam laras pendek, satu buah pahatan, tiga plastik kayu berbentuk peluru, satu buah alat pres, satu buah gergaji besi, satu buah kota berwarna hijau alat untuk membuat uang palsu, satu printer, satu pucuk senjata api laras panjang, enam galon berisi cairan warna putih, tiga buah kotak alat pembuat senjata api,” kata dia.

“Saat digeledah, di rumah kontrakan tersangka juga ditemukan satu kotak berisi alat pembuat softgun, empat buah laras penjang senjata softgun, satu buah kunci inggris, satu set alat pengecet, satu pucuk senjata laras panjang berburu lengkap dengan tasnya,” imbuh Dery.