Beranda Hukum Polisi Ringkus 7 Penyandera Awak Kapal di Perairan Panjang

Polisi Ringkus 7 Penyandera Awak Kapal di Perairan Panjang

111
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tim gabungan Gegana Brimob, Resmob, dan Polair Polda Lampung meringkus tujuh tersangka penyandera awasl kapal motor KM Syukur 05 di perairan Panjang, Bandarlampung, Kamis (14/4/2016) lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

“Ketujuh tersangka yang ditangkap tersebut adalah, berinisial Nk, Nl, E, H, D, Su dan J. Saat ini para tersangka di tahan di rumah tahanan Mapolda Lampung”kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, Selasa (19/4/2016).

Dikatakannya, para tersangka melakukan penyanderaan kapal KM Syukur 05 yang sedang berada di perairan Panjang.

“Mereka akan mengambil alih kapal dari para anak buah kapal (ABK) yang berada di dalam kapal,”katanya.

Sulis mengungkapkan, penyanderaan kapal KM Syukur 05 di perairan Panjang  merupakan  buntut dari adanya permasalahan utang piutang antara dua orang dari bos perusahaan yang berkedudukan di Jakarta.

Kedua bos perusahaan itu adalah, Yakni H Musa Muhani selaku Komisaris PT Matano Nusantara Line, dengan Bayu Irawan sebagai Direktur PT Dwi Karya Sukses.

“Kedua bos perusahaan ini, terlibat masalah utang piutang. Hingga akhirnya, berujung dengan penyanderaan KM Syukur 05 milik PT Matano Nusantara Line,”ujarnya.

Menurutnya, utang piutang kedua perusahaan itu berkaitan dengan kerjasama mengenai proyek pengangkutan batubara.

Dalam perkara tersebut, kata Sulis, pihak Bayu menuduh Musa memiliki utang senilai Rp 20 miliar. Padahal KM Syukur 05, tidak ada kaitannya atau bukanlah objek yang memiliki utang piutang antara Musa dan Bayu.

Pada saat itu, KM Syukur 05 sedang berada di perairan Panjang, Bandarlampung yang akan melakukan pengangkutan batubara menuju Sibolga, Sumatera Utara.

Ketika kapal sedang bersandar di dermaga, datang tujuh tersangka mendatangi kapal tersebut. Dari ketujuh tersangka, lima orang berasal dari Jakarta dan dua orang dari Lampung.

“Para tersangka menyatakan kepada awak kapal, kapal dalam pengusaaan mereka karena pemilik kapal yakni Musa punya utang sebesar Rp 20 miliar dengan klien mereka, Bayu,”terangnya.

Ditambahkannya, mengetahui adanya penyanderaan kapal, pengacara dari PT Matano Nusantara Line melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung. Mendapat laporan tersebut, aparat gabungan dari Gegana, Resmob dan Polair Polda Lampung diterjunkan untuk membebaskan kapal tersebut dari penyanderaan para tersangka.

“Petugas gabungan berhasil naik ke  kapal KM Syukur 05 dan meringkus tujuh tersangka tanpa perlawanan yang melakukan penyanderaan,”kata dia.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan juncto Pasal 53, 55 dan 56 KUHP.