Beranda Headline Polisi Ringkus Dua Tersangka Pembunuh Mantan Atlet Panahan Lampung

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pembunuh Mantan Atlet Panahan Lampung

5320
BERBAGI
Dua tersangka pembunuh mantan atlet panahan Lampung. Lainnya 2 dari 4.426 Cetak semua Di jendela baru Dua tersangka pembunuhan, Gendro dan Yudi yang diamankan di Polsek Natar, Lampung Selatan.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Tim Gabungan Polsek Natar, Polres Lampung Selatan dan Polda Lampung, meringkus dua tersangka pembunuh Dodi Boy Penalesa (33), mantan atlet panahan tingkat pelajar Lampung Kamis (8/12/2016) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedua tersangka pembunuhan yang ditangkap tersebut adalah Gendro Pramono (26) dan Yudi Ramadian (21), warga Desa Candi Mas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian didampingi Kasubdit Jatanras III Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto dan Kapolsek Natar AKP Eko Nugroho mengatakan, kurang dari 24 jam setelah kejadian pembunuhan korban Dodi mantan atlet panahan lampung, pada Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan arah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) Candi Mas, Natar Lampung Selatan. Petugas gabungan, berhasil menangkap kedua tersangka pembunuhan tersebut.

“Tersangka Gendro dan Yudi, ditangkap hari ini (Kamis) siang tadi. Kedua tersangka ditangkap di tempat berbeda,”ujar Adi saat menggelar ekspos kasus tersebut di Mapolsek Natar, Kamis (8/12/2016) malam.

BACA: Gara-Gara Rp 100 Ribu, Gendro dan Yudi Habisi Nyawa Mantan Atlet Panahan Lampung

Dikatakannya, awalnya petugas menangkap tersangka Gendro di rumahnya di Desa Candi Mas, Natar. Setelah taklama kemudian, petugas menangkap tersangka Yudi di Stasiun Kereta Api Tanjungkarang.

“Saat itu, tersangka Yudi akan berusaha kabur pergi ke Palembang, Sumatera Selatan,”ungkapnya.

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita barang bukti, dua unit sepeda motor, satu potong celana pendek, kaos warna kuning, satu buah sapu tangan, sepasang sepatu dan sandal jepit.

“Untuk senjata tajam yang digunakan tersangka untuk membunuh korban, saat ini masih dilakukan pencarian petugas,”jelasnya.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan, kedua tersangka terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.