Beranda Teras Berita Polisi Ringkus Pengedar Sabu-Sabu di Kemiling

Polisi Ringkus Pengedar Sabu-Sabu di Kemiling

1128
BERBAGI
M.Zaenal/Teraslampung.com

Bandarlampung,–Ariyanto (29), seorang tersangka
pengedar sabu-sabu, diringkus
Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung.
di rumah bibinya di Jalan Imam Bonjol, Gang Cengkeh, Kelurahan
Sumber Rejo, Kemiling Bandarlampung, pada Kamis (4/4) sekitar pukul 17.00 WIB 

“Saat
petugas melakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu-sabu satu paket
sedang siap edar yang disembunyikan tersangka di bawah ranjang tempat
tidur,” kata Kepala Unit 1 Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Iptu Herlan
Arfa kepada wartawan, Jumat (4/4).

Herlan
mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa
di tempat tersebut kerap terjadi teransaksi narkoba jenis sabu-sabu. Dari
informasi tersebut, dilakukan penyelidikan dan mendapati seorang lelaki yang
mencurigakan, sedang berada di pinggir jalan. Petugas langsung melakukan pemeriksaan
terhadap laki-laki tersebut, diketahui bernama Aryanto alias Riyo warga Dusun
Tempel Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

“Saat
digeledah, tersangka Riyo ini sempat mengelak, dan petugas menemukan barang
bukti berupa satu paket kecil sabu-sabu disimpan dalam saku celananya dan satu
unit telepon genggam. Penggeledahan pun dilanjutkan dirumah bibinya di Jalan
Imam Bonjol, Kemiling, dan didapati kembali satu paket sabu yang disimpan
dibawah tempat tidurnya,” tuturnya Herlan.

Berdasarkan
pemeriksaan, menurut Herlan, tersangka Ariyanto mendapatkan sabu-sabu dari
seorang bandar bernama MH yang kini buron (DPO) di daerah Hajimena, Lampung
Selatan seharga Rp 1 juta. Kemudian sabu-sabu milik tersangka, rencananya akan
kembali di jual kepada pemesannya yang bernama Edi (DPO.red), dengan keuntungan
didapat memakai narkoba dengan gratis.

“Tersangka
membeli sabu dengan MH (DPO) sudah dua kali, dengan harga yang sama,”
jelasnya.

Akibat
dari perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112
ayat 1 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal
empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Sementara
penuturan tersangka Ariyanto mengatakan, dirinya baru dua kali mengantarkan
pesanan narkoba jenis sabu-sabu pada pembelinya. Ariyanti mendapatkan barang
itu dari MH, dan kenal sama MH baru sekitar dua bula.

“Sehari-hari,
saya bekerja di perusahaan swasta bang, baru dua kali saya menjual sabu-sabu
ini, jual sabu ya untuk menambah biaya hidup sehari-hari. Setiap dapat
keuntungan jual narkoba, selalu memakai gratis saja,” kata Ariyanto, Jumat (4/4). 

Loading...