Beranda Hukum Narkoba Polisi Ringkus Tiga Tersangka Jaringan Narkoba Menggala

Polisi Ringkus Tiga Tersangka Jaringan Narkoba Menggala

315
BERBAGI
Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampug, Kompol Yustam Dwi Heno saat menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka jaringan pengedar narkoba Menggala, Semin (23/2/2015).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, meringkus tiga tersangka jaringan kurir, Pengedar dan Pemilik narkoba jenis sabu-sabu. Ketiganya ditangkap di tiga lokasi berbeda, pada Jumat (20/2) sekira pukul 13.00 WIB. Dari tangan ketiga tersangka disita, satu paket sedang sabu-sabu seberat 10 gram senilai Rp 12 juta, satu buah timbangan digital, satu buah ponsel Nokia dan beberapa buah plastik klip bening pembungkus sabu-sabu.

Ketiga tersangka yang diamankan, Junerdi (29), Nadi Novita (36) keduanya warga Jalan Tupai, Kelurahan Sidodadi, Kedaton Bandarlampung dan tersangka EF. Feredi (41) warga Jalan Padat Karya, Kelurahan Fajar Baru, Jati Agung, Lampung Selatan.

“Ketiga tersangka diduga merupakan jaringan pengedar narkoba asal Menggala, ketiga jaringan pengedar narkoba ini yakni kurir, pemilik dan pengedar atau bandar narkoba ditangkap ditiga lokasi berbeda,”kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno kepada wartawan, Senin (23/2).

Kompol Yustam Dwi Heno mengatakan, petugas menangkap ke tiga tersangka berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa adanya transaksi narkoba di Jalan Cengkeh Selatan, Kelurahan Way Halim. Atas informasi tersebut, petugas kemudian mendatangi tempat yang dimaksud melakukan penyelidikan.

Ditempat tersebut, petugas melihat ada salah seorang yang gerak-geriknya mencurigakan. Setelah digeledah, ditemukan satu paket sedang sabu seberat 10 gram yang dimasukkan didalam kotak rokok Sampoerna Mild yang disembunyikan Junerdi (29) didalam saku celana belakang.

“Junerdi mengaku, sabu itu bukanlah miliknya. Menurutnya, dia (tersangka) hanya disuruh mengantarkan sabu itu oleh temannya bernama Nadi Dovita (36) dengan dijanjikan diberi imbalan uang sebesar Rp 500 ribu. Selain satu paket sedang sabu, kami menyita satu buah ponsel merek Nokia milik tersangka, “kata Yustam.

Mendapat keterangan dari tersangka Junerdi, Yustam menjelaskan, selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka Nadi Dovita. Petugas berhasil menangkap Nadi saat sedang berada di Jalan RA Basyid, Desa Fajar Baru, Jati Agung Lampung Selatan. Namun dari tangan tersangka Nadi, tidak ditemukan adanya barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan tersangka Nadi, sambung Yustam, tersangka mengakui bahwa dirinya yang menyuruh rekannya Junerdi untuk mengantarkan sabu kepada pemesannya. Nadi mendapat sabu itu dengan cara membeli, satu paket sedang sabu seberat 10 gram senilai Rp 12 juta dari seseorang bernama EF. Feredi (41).

“Kami memburu tersangka Feredi diduga sebagai pemilik narkoba. Tersangka Feredi berhasil kami tangkap saat sedang berada dirumahnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Fajar Baru, Jati Agung, Lampung Selatan. Dari rumah tersangka, kami menyita satu buah timbangan digital dan beberapa buah plastik klip pembungkus sabu-sabu. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolresta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya.

Ditambahkannya, hasil pemeriksaan terhadap tersangka Feredi, bahwa sabu-sabu didapat tersangka dari seorang bandar besarnya berinisial MR alias Doyok. Namun saat akan dilakukan penangkapan, MR alias Doyok sudah tidak ada ditempat dan melarikan diri terlebih dulu sebelum petugas datang. Dari satu paket sedang sabu seberat 10 gram senilai Rp 12 juta, Feredi mendapatkan keuntungan dari penjulan sebesar Rp 200 ribu dan tersangka sudah dua kali mengambil sabu-sabu dari tersangka Doyok.

“Tersangka Doyok kami tetapkan sebagai DPO, petugas saat ini masih memburu tersangka. Kasus tersebut masih kita lakukan pengembangan, untuk dapat mengungkap jaringan pengedar narkoba lainnya. Untuk tersangka Junerdi dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 ancaman hukuman enam tahun penjara. Sementara untuk kedua tersangka, Nadi Novita dan EF Feredi dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,”tandasnya.

Loading...