Beranda News Nusantara Polisi Selidiki Motif Penculikan Aktivis HMI

Polisi Selidiki Motif Penculikan Aktivis HMI

285
BERBAGI
Ilustrasi penculikan (Istimewa)

TERASLAMPUNG.COM — Polda Maluku mendukung Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Leasse untuk menangkap para pelaku penculikan terhada aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Ambon, Provinsi Maluku, Muhammad Syahrul Wadjo pada Rabu (2/9) malam.

Penculikan terjadi setelah aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Maluku.Syahrul dijemput paksa orang-orang bersenjata di Sekretariat Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon di kawasan Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Setelah diculik semalam, pagi harinya Syahrul telah dilepaskan oleh para penculiknya, di kawasan bundaran Patung Leimena, Poka.

Wakapolda Maluku, Brigjen Jan de Fretes, mengatakan Polda Maluku telah membentuk tim untuk mendukung pengusutan yang dilakukan oleh Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Leasse, untuk mengungkap pelaku dan motif dibalik aksi penculikan.

Menurutnya, saat ini polisi masih mendalami keterangan yang diberikan oleh korban, untuk mengetahui motif dari para penculik.

“Motifnya belum (diketahuu). Kami masih selidiki dan motifnya kita belum tahu. Masih diambil keterangan untuk mengetahui persis kronologinya,” kata de Fretes.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Roem Ohoirat, penculikan terjadi di Sekretariat HMI Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Namun, korban tidak mengetahui jam berapa terjadi peristiwa tersebut.

“Penyelidikan saat ini masih dilakukan rekan-rekan Polresta. Kapolda pun telah menginstruksikan membentuk tim untuk mendukung penyelidikan Dit Reskrimum Polda Maluku,” ujarnya.

Polisi sudah meminta keterangan dari korban dan melakukan visum, sesuai dengan protap. Hasilnya akan disampaikan secara transparan.

Roem mengemukakan, berdasarkan keterangan Syahrul, para pelaku menggunakan dua mobil saat menculik dan membawa senjata tajam berupa parang.

“Syahrul diculik oleh beberapa pria tidak dikenal berbadan kekar dan diseret ke mobil. Dia dibebaskan oleh para penculiknya di kawasan bundaran patung pahlawan nasional, Johanis Leimena, di Poka, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, dengan sejumlah luka memar di tubuhnya,” tandas Roem.

Polda Maluku maupun Polresta Pulau Ambon dan PP Lease menegaskan akan tetap melindungi Syahrul.

“Kami tetap melindungi yang bersangkutan termasuk rekan-rekan lainnya, meskipun korban saat ini telah pulang ke rumahnya dan banyak kawan-kawannya juga yang mendampingi,” katanya.

Bisnis | Tagar.id

Loading...