Beranda Hukum Kriminal Polisi Selidiki Pencabulan terhadap Gadis Berketerbelakangan Mental

Polisi Selidiki Pencabulan terhadap Gadis Berketerbelakangan Mental

265
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, AKBP Murbani Budi Pitono

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus pencabulan diduga dilakukan MMF (65 ), Ketua RT di Bandarlampung, terhadap gadis kecil yang memiliki keterbelakangan mental berinisial NL (14).

“Ya benar ada, kami sudah terima laporan kasus dugaan pencabulan tersebut. Terhadap pelapor, kami akan berikan perlindungan,” ujarnya kepada teraslampung.com Rabu (25/1/2017) malam.

Murbani menuturkan, laporan dugaan pencabulan tersebut, pihaknya akan melakukan tindak lanjut secara maksimal. Saat ini petugas masih menyelidiki kasusnya, dengan meminta keterangan dari korban dan saksi.

“Untuk sementara ini, saksi masih dari pelapor yakni orangtua korban dan petugas masih mencari alat bukti lainnya dan keterangan saksi lainnya,”ungkapnya.

Menurutnya, korban sudah dilakukan visum tadi malam, saat ini pihaknya masih menunggu hasilnya saja dengan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

“Yang jelas, petugas akan melakukan pemeriksaan dan memproses lebih lanjut terhadap kasus dugaan pencabulan korban yang masih dibawah umur tersebut,”jelasnya.

Dikatakannya, pasca kejadian tersebut, terlapor MMF belum diketahui keberadaannya. Saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap MMF.

Diketahui, remaja keterbelakangan mental berinisial NL (14), warga Bandarlampung menjadi korban pencabulan diduga dilakukan ketua RT bernisial MMF (65), warga Bandarlampung. Akibat kejadian itu, orang tua korban melaporkan kasus pencabulan itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandarlampung, Selasa (25/1/2017) lalu.

Perbuatan Itu dilakukan MMF alias Papi, di warung kosong yang tidak terpakai yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Aksi pencabulan yang dilakukan MMF, bermula saat korban NL sedang bermain tidak jauh dari lokasi kejadian. Aksi pencabulan itu terjadi, pada Senin (23/1/2017) lalu sekitar pukul 09.00 WIB.