Beranda Hukum Kriminal Polisi Selidiki Teror Bom di Hotel Sheraton Lampung

Polisi Selidiki Teror Bom di Hotel Sheraton Lampung

87
BERBAGI
Kolam renang Hotel Sheraton Lampung di Jl. Robert Wolter Monginsidi Bandarlampung (Foto: dok Agoda)
Kolam renang Hotel Sheraton Lampung di Jl. Robert Wolter Monginsidi Bandarlampung (Foto: dok Agoda)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kepolisian Resort (Polres) Kota Bandarlampung kini tengah menyelidiki aksi teror bom yang dilakukan seorang penelepon gelap,Kamis, 11 Oktober 2018.

Berdasrkan informasi yang didapat teraslampung.com, penelpon gelap itu melakukan aksi teror di Hotel Sheraton di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung dengan menelpon operator Hotel sekitar pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Peneror itu mengatakan  ada bom tepatnya di areal kolam renang di Hotel sheraton tersebut.

Setelah mendapat teror bom tersebut, pihak hotel langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Taklama setelah dilaporkan, sejumlah personel gabungan dari Polresta Bandarlampung, Polsekta Telukbetung Utara dan tim Gegana Satbrimobda Lampung langsung mendatangi Hotel tersebut.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono, saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan pihaknya mendapat laporan dari pihak Hotel Sheraton, bahwa adanya seseorang melakukan aksi teror tersebut.

“Ya benar, kami dapat informasi itu dari pihak Hotel dan saat ini masih diselidiki. Dugaan kami, teror ini dilakukan oleh orang iseng. Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan untuk mencari peneror tersebut,”ujarnya, Kamis 11 Oktober 2018 sore.

Dikatakannya, begitu mendapat informasinya danya teror itu, saat itu juga pihaknya bersama tim Gegana penjinak bom (Jibom) Satbrimobda Lampung dan juga Polsek Telukbetung Utara langsung mendatangi lokasi melakukan melakukan penyiriran di Hotel tersebut, dengan menggunakan standar operasional prosedur (SOP).

“Untuk menyisir dan mengecek informasi kebenarannya, ada 30 anggota yang diturunkan. Dari hasil penyisiran, tidak ditemukan adanya bahan yang dimaksud (bom). Meski orang yang menelpon ini hanya iseng, tapi bisa dipidana,”ungkapnya.

Diketahui, dalam Peraturan Pemerintah (PP) penganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme yang sudah ditetapkan menjadi Undang-Undang No. 15 Tahun 2003 bahwa peraturan mengenai ancaman teror juga diatur.

Seperti yang disebutkan dalam Pasal 6, bahwa seseorang dapat dipidana dengan pidana mati atau seumur hidup atau minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, bilamana dengan sengaja menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas dan seterusnya.

Kombes Pol Murbani Budi Pitono menambahkan, bahwa kabar mengenai adanya teror bom di Hotel Sheraton tersebut, tidak ada dan perbuatan itu hanya dilakukan oleh orang iseng saja.

“Saya berharap, masyarakat jangan khawatir dan panik mengenai adanya isu teror yang tidak benar ini,”pungkasnya.

Sementara pihak Hotel Sheraton saat dikonfirmasi meski ponselnya dalam kondisi aktif, tapi enggan mengangkat teleponnya. Hingga berita ini diturunkan, belum mendapatkan tanggapan dari pihak Hotel Sheraton terkait mengenai adanya isu teror bom tersebut.

Loading...