Beranda Hukum Kriminal Polisi Tangkap Pencuri Perhiasan dan Penadah Barang Curian

Polisi Tangkap Pencuri Perhiasan dan Penadah Barang Curian

206
BERBAGI
BS alias RT (29), pelaku pencurian perhiasan saat dimankan bersama barang bukti kalung emas hasil curian milik korban dan sepeda motor tanpa plat kendaraan di Mapolsek Lambu Kibang, Tulangbawang.
BS alias RT (29), pelaku pencurian perhiasan saat dimankan bersama barang bukti kalung emas hasil curian milik korban dan sepeda motor tanpa plat kendaraan di Mapolsek Lambu Kibang, Tulangbawang.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TULANGBAWANG-Petugas unit Reskrim Polsek Lambu Kibang, Tulangbawang, menangkap pelaku pencurian perhiasan kalung emas 24 karat dan pelaku penadah barang hasil curian milik korban Siti Khodimah, warga Tiyuh Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang. Polisi menangkap kedua pelaku tersebut di lokasi berbeda, Minggu 26 Agustus 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kedua pelaku yang ditangkap itu adalah, BS alias RT (29), warga Tiyuh Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tulangbawang Barat dan CH (46) sebagai penadah warga Tiyuh Mulyojati, Kecamatan gunung Terang.

“Kedua pelaku ditangkap dilokasi berbeda, Minggu 26 Agustus 2018. Awalnya, petugas menangkap pelaku pencurian, BS di rumahnya di Tiyuh Kibang Yekti Jaya, Lambu Kibang, Tulangbawang Barat. Hasil pengembangan, petugas kembali menangkap pelaku CH, selaku penadah barang hasil curian di Pasar Traya SP III,”kata Kapolsek Lambu Kibang, Iptu Abdul Malik, Senin 27 Agustus 2018.

Dikatakannya, penangkapan tersebut, berdasar atas laporan korban Siti Khodimah, warga Tiyuh Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang dengan nomor laporan polisi: LP/76/VIII/2018/Polda Lpg/Res Tuba/Sek Lambu Kibang tanggal 23 Agustus 2018.

“Akibat dari aksi pencurian tersebut, perhiasan berupa kalung emas 24 karat seberat 20 gram dan uang tunai Rp 300 ribu milik korban dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 11,6 juta raib digasak pelaku,”ujarnya.

Aksi pencurian tersebut, kata Iptu Abdul Malik, terjadi pada Kamis 23 Agustus 2018 siang lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku BS masuk ke rumah korban saaat kondisi rumah dalam keadaan kosong, lantaran sedang ditinggal pergi oleh korban ke Mesuji. Korban baru mengetahui kalau rumahnya telah dibobol maling, saat korban pulang ke rumahnya pada sore hari.

“Korban melihat lemari pakaian yang ada di dalam kamarnya, keadaannya sudah terbuka dan acak-acakan. Kalung emas 24 karat seberat 20 gram, serta uang tunai yang disimpan di dalam lemari itu sudah raib. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Lambu Kibang,”ungkapnya.

Iptu Abdul Malik mengutarakan, terungkapnya kasus pencurian tersebut, karena diketahui oleh saksi Fi’ah (35), seorang pekerja rumah tangga (PRT) di rumah korban. Saat kejadian, saat itu saksi yang sedang melintas di depan rumah korban, melihat pintu rumah korban sudah dalam keadaan terbuka. Kerena mengetahui pemilik rumah sedang tidak ada, saksi mencoba masuk kedalam rumah untuk melihatnya.

“Saat itu, saksi melihat pelaku BS sedang melancarkan aksi pencurian. Karena aksinya dipergoki, pelaku langsung melarikan diri membawa barang hasil curian. Dari hasil keterangan saksi, petugas langsung memburu pelaku BS dan berhasil menangkapnya saat berada di rumahnya,”tuturnya.

Dari penangkapan pelaku BS, lanjut Iptu Abdul Malik, petugas menyita barang bukti satu buah tas slempang warna hitam yang terdapat sebuah kotak perhiasan kalung emas 24 karat seberat 8 gram serta nota pembelian dari toko emas Sumber Saudara. Selain itu juga, turut disita satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR warna merah tanpa plat nomor kendaraan.

“Pelaku BS mengaku, bahwa kalung emas seberat 8 gram itu merupakan hasil dari curian di rumah korban yang sudah ditukar tambah oleh pelaku di sebuah toko emas di Pasar Traya SP III. Berbekal informasi itu, petugas menangkap CH (46) di Pasar Traya SP III. Dari tangan CH, disita barang bukti kalung emas 24 karat seberat 20 gram milik korban,”terangnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsek Lambu Kibang. Pelaku BS dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun. Sedangkan pelaku CH, dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.