Begal yang Biasa Beroperasi di ‘Fly Over’ Antasari Didor Polisi

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Tersangka Erwan digiring petugas Polresta Bandarlampung.



BANDARLAMPUNG-Pelaku begal spsesialis curanmor yang sering beropersi di Jalan Layang (fly over) Jl.  Pangeran Antasari dan PKOR Way Halim, Erwan Saputra alias Evi (20),diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, pada Sabtu (20/12) dinihari.

Warga Sukamaju, Telukbetung Barat,  Bandarlampung langsung tidak berdaya ketika polisi menembak kaki kananuya dengan dua butir timah panas. Dari tangan tersangka diamankan satu unit sepeda motor Honda Beat.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka Erwan alias Evi ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi dari korban, Zebi warga Kelurahan Sumur Batu, Telukbetung Utara, Bandarlampung yang menjadi korban pembegalan dibawah ancaman senjata api dan senjata tajam di Flayover Antasari, pada Sabtu (20/12) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Polisi  kemudian melakukan penyelidikan di lapangan. Dalam  waktu kurang dari 24 jam berhasil menangkap tersangka Erwan alias Evi saat sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hijau putih dengan plat nomor BE 1211 LY milik korban di wilayah Telukbetung Barat (Sinar Laut).

Sementara  tiga tersangka lain berhasil kabur melarikan diri. Selanjutnya tersangka dan barang bukti, dibawa ke Mapolrseta untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Petugas yang melakukan pengejaran, mengetahui tersangka sedang mengendarai sepeda motor milik korban Zebi melintas di wilayah Telukbetung Barat. Saat akan ditangkap, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha kabur, selanjutnya petugas menghadiahi tersangka dengan dua butir timah panas di kaki kanannya,” kata Dery kepada wartawan saat gelar ekspose di Mapolresta Bandarlampung, Minggu (21/12).

Saat diperiksa polisi, tersangka Erwan alias Evi mengakui perbuatannya telah melakukan pembegalan di Flayover bersama ketiga rekannya, Latuk, Alan, dan Agung.

Tersangka  Erwan dan komplotannya merupakan spesilis pelaku pencurian sepeda motor yang kerap melakukan aksinya di Flayover Antasari dan PKOR Wayhalim. Tidak hanya mencuri sepeda motor,  Erwan dkk juga tercatat di kepolisian sebagai pelaku beberapa kali penjambretan.

“Dia dan kawan-kawannya sudah lebih dari 10 kali menjambret. Tersangka Erwan dan komplotannya, tidak segan-segan melukai korbannya apabila korban melawan. Erwan alias Evi ini, merupakan seorang residivis pelaku pencurian dengan pemberatan yang pernah menjalani hukuman 10 bulan kurungan di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Way Hui pada tahun 2012 lalu. Untuk ketiga rekan tersangka, yang sudah diketahui identitasnya saat ini masih dalam pengejaran petugas,”kata Dery.

Menurut Dery, dalam menjalankan aksinya Erwan dan ketiga rekannya biasanya  berkumpul di PKOR Way Halim. Setelah didapat calon korbannya, tersangka membuntuti korban dan saat berada di jalan tempat yang sepi, tersangka memepet korban dan korban dipaksa untuk berhenti di bawah ancaman senjata api dan senjata tajam dan korban dipaksa untuk menyerahkan sepeda motornya.

“Sepeda motor hasil curian dijual tersangka kepada penadahnya diluar Kota Bandarlampung yakni di wilayah Piabung seharga Rp 2 juta. Tersangka juga menjual barang-barang hasil kejahatan lainnya ke beberapa daerah lainnya. Terhadap perkara tersebut, masih dilakukan pengembangan untuk dapat mengungkap TKP lainnya,”jelas Dery.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara  dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page