Beranda Hukum Narkoba Polisi Yakin BB Narkoba yang Ditemukan di Rutan Kotabumi akan Diperjualbelikan

Polisi Yakin BB Narkoba yang Ditemukan di Rutan Kotabumi akan Diperjualbelikan

280
BERBAGI
‎Anggota Satresnarkoba Polres Lampung Utara memeriksa barang bukti narkoba yang diamankan pihak Rutan Kelas IIB Kotabumi,

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara meyakini barang bukti sabu tak bertuan ‎yang ditemukan dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara itu akan diperjualbelikan di dalam Rutan oleh pemiliknya.

“Kuat dugaan barang bukti 29 paket sabu ini akan diedarkan di dalam Rutan,” terang Kanit Narkoba Satuan Reserse Narkoba Polres, Aiptu Djoko Susilo usai memeriksa barang bukti sabu di Rutan, Rabu (31/1/2018).

‎Djoko mengatakan, keyakinannya ada transaksi jual beli narkoba didasari oleh barang bukti kertas dan plastik yang biasanya kerap digunakan oleh bandar narkoba untuk mengemas sabu ke dalam paket. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak Rutan Kotabumi untuk mengusut tuntas jaringan bandar/pengedar/pemakai narkoba yang beroperasi di dalam Rutan. Barang bukti itu kini akan mereka bawa ke Mapolres untuk ditindaklanjuti.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak Rutan untuk mendalami temuan ini,” kata dia.‎

‎Sebelumnya, puluhan paket sabu tak bertuan kembali ditemukan ‎di dalam rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (31/1/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Ada sekitar 29 paket sabu ditemukan di dalam saku celana pendek jins,” kata Kepala Rutan ‎Kotabumi, Rony Kurnia melalui kepala keamanan Rutan, Gusvendra Priambogo, di kantornya.

‎Gusvendra menuturkan, celana yang memuat paket – paket sabu itu ditemukan di tergeletak di tanah, tepatnya di bawah jemuran yang biasa digunakan para narapidana. Lokasinya sendiri berada di depan kamar hunian pada blok A Rutan.

“Razia yang dilakukan ini razia da‎dakan yang dipimpin oleh Kepala Rutan. razia dadakan ini di luar jadwal razia rutin yang biasa dilakukan,” terangnya.

Selain menemukan barang bukti sabu, menurutnya, pihaknya juga menemukan tujuh unit ponsel berikut lima chargernya. Barang – barang itu merupakan barang – barang yang termasuk barang yang dilarang masuk ke dalam rutan.