Beranda Hukum Kriminal Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Disertai Curas di Way Seputih

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Disertai Curas di Way Seputih

320
BERBAGI
Pelaku pengroyokan disertai curas, M.A. Arifin (34) dan Agung Hengki Anggara (27) diamankan di Mapolsek Seputihmataram.
Pelaku pengroyokan disertai curas, M.A. Arifin (34) dan Agung Hengki Anggara (27) diamankan di Mapolsek Seputihmataram.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TENGAH-Petugas Unit Reskrim Polsek Seputihmataram, menangkap dua dari enam pelaku pengeroyokan disertai pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap korban Sukma Wahyu (19) dan Lukman (18), warga Kampung Sribudaya, Kecamatan Sputihmataram, Lampung Tengah, pada Selasa 21 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 01.30 WIB.

Kedua pelaku yang ditangkap itu adalah, M.A. Arifin (34) dan Agung Hengki Anggara (27), keduanya warga Kampung Subingkarya, Kecamatan Seputihmataram. Polisi menangkap keduanya di rumahnya masing-masing, pada Jumat 24 Agustus 2018 sekitar pukul 04.00 WIB. Dari penangkapan itu, disita barang bukti satu unit ponsel merk Asus milik korban.

“Pelaku Arifin dan Agung, berhasil kami tangkap di rumahnya masing-masing, pada Jumat 24 Agustus 2018 sekitar pukul 04.00 WIB. Keduanya, merupakan pelaku pengeroyokan disertai perampasan HP milik korban Sukma Wahyu dan Lukman,”kata Kapolsek Seputihmataram, Iptu Setio Budi Howo kepada teraslampung.com, Rabu 29 Agustus 2018.

Dikatakannya, penangkapan kedua pelaku, berdasarkan atas laporan korban, dengan nomor laporan polisi: LP/B-358/VII/Lpg/Res Lamteng/Sek Semat tanggal 23 Agustus 2018.

Selain pelaku Arifin dan Agung, kata Iptu Setio Budi Howo, masih ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Para pelaku tersebut adalah, HBR, DDN, YNS dan AND, saat ini keempatnya masih dalam pencarian dan pengejaran petugas.

“Untuk empat pelaku lainnya saat ini masih kita cari, mereka (pelaku) sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),”ujarnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Tanjung Bintang, Lampung Selatan ini mengungkapkan, kronologis peristiwa pengroyokan disertai curas itu, terjadi di tempat penyeberangan Way Seputih, Kampung Subingkarya, Kecamatan Seputihmataram, pada Selasa 21 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 01.30 WIB. Peristiwa itu, dilaporkan korban ke Mapolsek Seputihmataram dua hari setelah kejadian, yakni pada Kamis 23 Agustus 2018 lalu.

“Di tempat itu, kedua korban sedang naik perahu dan akan menyeberang untuk pulang ke rumahnya usai menonton hiburan kuda lumping. Kedua korban, langsung dihadang oleh pelaku yang berjumlah enam orang,”ungkapnya.

Para pelaku tersebut, lanjut Iptu Setio Budi Howo, menanyakan ke korban mengenai keberadaan rekannya bernama Rian (19) dan korban menjawab tidak tahu. Tiba-tiba korban langsung dipukuli para pelaku, bahkan para pelaku itu menggeledah dan merampas dua unit ponsel merk Asus dan Samsung J1 serta uang tunai Rp 50 ribu milik korban. Setelah itu, para pelaku tersebut langsung pergi meninggalkan kedua korban.

“Niat awalnya, para pelaku mencari Rian karena telah menuduh mereka (pelaku) mencuri ponsel. Pelaku bertemu kedua korban dan menanyakan keberadaan rekannya Rian, diduga jawaban yang diterima tidak memuaskan, kedua korban malah dipukuli bahkan ponsel dan uangnya dirampas oleh para pelaku,”terangnya.

Iptu Setio Budi Howo menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku Arifin ini merupakan residivis kasus curanmor yang baru bebas menjalani hukuman pada akhir 2017 lalu. Pelaku harus menjalani hukuman lagi, akibat kasus penggroyokan disertai curas tersebut. Kedua pelaku, Arifin dan Agung akan dijerat Pasal 365 dan 170 KUHPidana.

“Kasusnya masih terus kita kembangkan, selain memburu empat pelaku lain yang masih buron juga untuk mengungkap dugaan adanya TKP lain dilakukan para pelaku tersebut,”pungkasnya.

Loading...