Beranda Hukum Narkoba Polres Kota Metro Ringkus Kurir-Penyimpan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

Polres Kota Metro Ringkus Kurir-Penyimpan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

539
BERBAGI
Tersangka Tantra Kurniawan (31), warga Dusun Margorejo II, Kecamatan Natar, Lampung Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Metro. (Foto : Istimewa)
Tersangka Tantra Kurniawan (31), warga Dusun Margorejo II, Kecamatan Natar, Lampung Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Metro. (Foto : Istimewa)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Satuan Reserse Narkoba Polres Metro menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi senilai Rp 1 miliar lebih. Narkoba terserbut disita dari tersangka Tantra Kurniawan (31), warga Dusun Margorejo II, Kecamatan Natar, Lampung Selatan yang ditangkap pada Kamis (17/9/2020) lalu sekitar pukul 08.00 WIB di SPBU 24 Tejo Agung, Metro Timur.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Iptu Suheri mewakili Kapolres Metro, AKBP, Retno Prihawati saat dikonfirmasi mengatakan, tersangka Tantra yang merupakan seorang kurir narkoba tersebut, ditangkap saat sedang berada di SPBU 24 Tejo Agung, Metro Timur dengan mengendarai sepeda motor Satria FU.

“Saat tersangka ditangkap  awalnya petugas menyita barang bukti sabu seberat 20,1 gram senilai Rp 24 juta dan pil ekstasi jenis Hulk sebanyak 10 butir senilai Rp 2,5 juta yang disembunyikan tersangka di dalam bungkus kotak rokok,”ujarnya kepada teraslampung.com, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Iptu Suheri, petugas kemudian melakukan pengembangan kasus dengan mendatangi rumah tersangka di Dusun Margorejo II, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Rumah tersangka kemudian digeledah. Hasilnya: polisi menemukan barang bukti narkoba sebanyak 17 klip paket sabu seberat 706,11 gram serta 742 butir pil ekstasi.

“Narkoba tersebut nilainya besar. Sabu-sabu seberat 726,21 gram senilai Rp 871,2 juta dan 752 butir pil ekstasi senilai Rp 188 juta. Jadi, total barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi yang diamankan dari tersangka, senilai Rp 1,059 miliar,”ungkapnya.

Iptu Suheri mengutarakan, tersangka Tantra ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sehingga penangkapan tersangka memang sudah menjadi target operasi (TO) penangkapan pihaknya selama ini. Setelah dilakukan pengintaian selama empat hari, pada Kamis 17 September 2020 kemarin tersangka berhasil ditangkap.

“Mulai dari Senin kami melakukan penyelidikan di lapangan, dan baru Kamis kemarin tersangka kami tangkap. Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawan. Dari keterangan tersangka, sudah sejak bulan Mei menjadi kurir narkoba. Kita juga tes urine-nya, dan hasilnya negatif,”bebernya.

Dari penangkapan tersangka, lanjut Iptu Suheri, ditemukan juga adanya bukti transfer. Saat ini pihaknya masih menyelidiki bukti transfer tersebut darimana dan ditujukan kepada siapa. Dari setiap transaksi, tersangka Tantra ini mengaku dapat upah bervariasi mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu/transaksi.

“Jadi tersangka ini dapat upah tergantung dari pesanannya. Tugas tersangka, hanya mengantar barang haram (narkoba) saja aliass kurir. Namun tidak hanya di Kota Metro ini saja, melainkan juga diluar Kota Metro dan ini yang masih kita kembangkan,”terangnya.

Dalam perkara tersebut, tersangka Tantra Kurniawan dijerat Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun dan Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup.

Terbongkarnya kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 726,21 gram dan pil ekstasi sebanyak 752 butir ini, merupakan pengungkapan kasus narkoba terbesar yang diungkap di wilayah hukum Polres Metro.

Diketahui, sebelumnya pengungkapan kasus sabu-sabu cukup besar di Kota Metro terakhir terjadi pada Februari 2015 lalu. Saat itu dua bandar narkoba berhasil dibekuk dengan jumlah barang bukti sabu-sabu seberat 59 gram lebih yang disita senilai Rp 88 juta.

Loading...