Polres Lampung Utara Siap Tahan Oknum Guru Pelaku Pencabulan Terhadap Siswinya

  • Bagikan
Ilustrasi Kekerasan Seksual/net

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi —‎ Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara, AKP Supriyanto Husin mengaku akan segera menangkap Mu (54), oknum guru MAN I Kotabumi yang diduga mencabuli siswinya. Hal itu dilakukan aparat kepolisian jika memang Mu terbukti bersalah telah melakukan pelecehan seksual terhadap LM, anak didiknya.

“Jika memenuhi unsur (pidana), yang bersangkutan akan segera kami amankan,” tandas Supriyanto, di Mapolres, Kamis (27/10/2016).

Kendati demikian, Supriyanto menuturkan, langkah tersebut belum dapat dilakukan karena saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi dari pelapor. Keterangan dari keduanya itu sangat dibutuhkan untuk penyelidikan kasus tersebut. Sayangnya, salah seorang saksi berhalangan hadir pada saat pemeriksaan berlangsung.

“Kami terus melakukan pengusutan terhadap kasus itu. Sementara ini, kami sudah memeriksa dua saksi dari pihak pelapor,” kata Perwira Pertama Kepolisian ini.‎

Sebelumnya, ‎Mu (54), oknum guru MAN I Kotabumi yang diduga tersangkut perkara pencabulan terhadap LM, salah seorang siswinya, enggan mengomentari kasus yang sedang membelitnya. Dengan dalih sedang sakit, Mu kurang bersemangat meladeni pertanyaan wartawan seputar kasus dugaan pencabulan yang menimpanya. ‎Padahal, keterangan dari Mu sangat diperlukan agar apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka dapat diketahui oleh masyarakat.

“Saya lagi sakit. Saya belum bisa komentar,” kata dia melalui sambungan telepon.

Begitu pun saat dijelaskan bahwa pernyataan dirinya sangat dibutuhkan agar publik dapat juga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua (Mu dan LM) menurut versi Mu. Selama ini, publik hanya mengetahui dugaan pencabulan ini dari versi korban sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Kepolisian.

“Mohon maaf, saya lagi enggak enak badan. Nafas aja ngap – ngapan (megap – megap,red),” ‎katanya lagi.

‎Diketahui, buntut dari dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Mu, ‎pihak Kementerian Agama Lampung Utara langsung menonaktifkan yang bersangkutan. Penonaktifan Mu ini dilakukan setelah pihak Kemenag meminta keterangan Kepala MAN I Kotabumi dan korban LM terkait kasus tersebut.

“Kami (Kemenag) sudah memanggil Kepala MAN I Kotabumi dan korban (LM) untuk dimintai keterangannya (seputar persoalan itu). Sementara ini, yang bersangkutan (oknum guru) akan diberhentikan sementara,” kata Kepala Kemenag Lampung Utara, Budi Cipto Utomo‎.
Budi menuturkan, pihaknya sangat menyesalkan terjadinya dugaan perbuatan pencabulan atau pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru tersebut jika memang perbuatan itu terbukti benar di kemudian hari. Terlebih, dugaan perbuatan pelecehan itu dilakukan terhadap siswi di sekolah tersebut yang notabene masih di bawah umur.

“‎Saya sangat menyesalkan adanya (kasus) pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur,” tandasnya.

Kasus dugaan pencabulan ini terungkap saat LM melaporkan dugaan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh Mu terhadapnya kepada Polres. Dugaan aksi pencabulan sendiri terjadi di dalam sebuah tenda saat korban dan tersangka mengikuti kegiatan perkemahan pada Sabtu pagi (15/10/2016). Laporan korban tertuang dalam laporan dengan nomor 976/X/POLDA LAMPUNG/ RES LU tertanggal 24 Oktober 2016‎.

  • Bagikan