Beranda Hukum Kriminal Polres Lampura Tangkap 14 Pelaku Kejahatan, Ini Rinciannya

Polres Lampura Tangkap 14 Pelaku Kejahatan, Ini Rinciannya

258
BERBAGI
Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana menunjukkan barang bukti kejahatan yang didapat dari para pelaku,Jumat (23/2/2018).
Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana menunjukkan barang bukti kejahatan yang didapat dari para pelaku,Jumat (23/2/2018).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — ‎Dalam waktu tiga pekan terakhir, sebanyak empat belas pelaku kejahatan yang terlibat dalam tiga belas kasus berbeda ditangkap oleh Polres Lampung Utara.

“Kasus kejahatan yang mendominasi di Lampung Utara masih seputar pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor. Lalu, ada kasus pencabulan, kepemilikan senjata api ilegal, senjata tajam, dan penipuan/penggelapan,”kata Kepala Polres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana dalam ungkap kasus kejahatan, Jumat (23/2/2018).

Rinciannya, kasus curas 2 kasus dengan 2 pelaku, ‎kasus curat ada 3 kasus dengan empat pelaku, kasus curanmor ada dua kasus dengan 2 pelaku. Lalu, ada 2 kasus pencabulan terhadap anak dengan 2 pelaku. Selanjutnya, dua kasus penipuan/penggelapan dengan 2 kasus, dan 1 kasus senjata api dan 1 kasus senjata tajam dengan masing – masing tersangka 1 orang.

Barang bukti yang diamankan dari para pelaku di antaranya 1 uni‎t mobil Pikap Mitsubishi T120ss, 4 unit sepeda motor, 1 pucuk senjata api berikut 1 butir amunisi Call 5,56, dan 1 bilah senjata tajam.

‎”Untuk kasus yang menonjol ialah kasus curanmor. Masih ada satu pelaku yang masih dalam buruan dan ada indikasi mereka tergabung dalam sebuah sindikat,” kata dia.

Sementara Gayus (43), tersangka pencurian mobil pikap, mengaku ia tidak terlibat langsung dalam aksi pencurian itu. Menurut Gayus, dirinya hanya berperan membawa mobil itu ke daerah Lampung Tengah.

“Mobil pikap itu dicuri oleh Hendro, rekannya‎ di kawasan pasar Bukit Kemuning. Saya baru satu kali ini melakukannya karena dijanjikan uang Rp3 juta jika berhasil membawanya ke Lampung Tengah,” dalih warga Kalianda, Lampung Selatan ini.‎