Polresta Bandarlampung Fasilitasi Penyandang Disabilitas Miliki SIM D

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, Kompol Indra Novianto, S.Ik.

BANDARLAMPUNG-Satuan Lalu Lintas Polresta Bandarlampung untuk pertama kalinya memfasilitasi penyandang disabilitas (cacat) mengurus serta mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) D. Proses pembutan SIM D tersebut, berlangsung di Mapolresta Bandarlampung.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandarlampung, Kompol Indra Novianto S,ik, mengatakan Surat Ijin Mengemudi (SIM) adalah bukti kompetensi bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. Mengemudi dijalan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Menurut Indra, pelayanan SIM D sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, memang baru kali ini ada penyandang disabilitas mengurus  pembuatan SIM D.

“Untuk para penyandang disabilitas, kami fasilitasi jika memiliki SIM D ini. Nah kebetulan, nanti dapat dilihat  langsung ada dua penyandang disabilitas yang akan membuat SIM D,”kata Indra saat ditemui teraslampung.com diruangannya, Rabu (24/2/2016).

Indra mengutarakan, SIM D ini merupakan surat izin mengemudi yang memang khusus diberikan kepada para penyandang disabilitas sebagai kelengkapan mereka dalam mengendarai kendaraan bermotor yang sudah di modifikasi sesuai dengan kebutuhannya.

“Untuk syarat dan ketentuan pembuatan SIM D itu sama, mereka wajib mengajukan permohonan, melakukan tes kesehatan, tes kecakapan, tes buta warna lalu praktek di lapangan,”ujarnya.

Menurutnya, namun ada hal yang membedakannya adalah, kendaraan yang mereka gunakan merupakan kendaraaan milik masing-masing para penyandang disabilitas. Karena kendaraannya, memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dari segi kecatatannya.

“Perbedaan lainnya, biaya pengurusan SIM D sebesar Rp 50 ribu. Jika masa berlaku habis, lalu untuk melakukan perpanjangannya hanya dikenakan biaya sebesar Rp 30 ribu,”terangnya.

Masa berlaku SIM D ini, kata Indra, sama seperti surat Izin mengemudi lainnya yakni lima tahun dan wajib perpanjang secara berkala. Dengan memiliki SIM D ini, artinya para penyandang disabilitas memiliki legalisasi mengendarai kendaraannya.

“Ya diharapkan dengan adanya ini, dapat mendorong mobilisasi para penyandang disabilitas (cacat) yang ada di Kota Bandarlampung,”jelasnya.

Ditambahkannya, untuk pembuatan SIM D, para penyandang disabilitas harus dipastikan juga kondisi kesehatannya. Yakni tidak mengalami gangguan pendengaran, buta huruf serta buta warna.

“Kendaraan modifikasinya juga, harus memenuhi kelengkapan keselamatan. seperti rem, lampu penerangan dan lampu sen. Lalu modifikasi kendaraannya, harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka,”ungkapnya.

  • Bagikan