Beranda Hukum Polresta Bandarlampung Klaim Jumlah Kejahatan Menurun

Polresta Bandarlampung Klaim Jumlah Kejahatan Menurun

149
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho saat gelar ekspos hasil ungkap kasus pencapaian program prioritas 100 hari masa kerja Kapolri, Selasa (7/7/2015).

BANDARLAMPUNG-Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bandarlampung beserta jajaran setingkat Polsekta, menggelar ekspos kasus pencapaian program prioritas 100 hari masa kerja Kapolri Jenderal Badroedin Haiti, Selasa (7/7/2015). Pada gelar ekspos tersebut, berhasil diamankan sebanyak 92 orang tersangka tindak pidana premanisme, kejahatan jalanan (kasus C3), narkoba, dan judi.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengklaim adanya penurunan jumlah kejahatan selama masa 100 hari kerja Kapolri dibandingkan dengan sebelumnya.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, khusus untuk pemberantasan premanisme dan kejahatan jalanan seperti, curas, curat dan curanmor (C3) terdapat perbandingan 100 hari sebelum program kerja Kapolri ini dimulai dan setelah 100 hari program ini berjalan.

Dikatakannya, untuk  masa 100 hari sebelum program Kapolri, jumlah kasus tindak pidana yang terjadi Januari hingga 20 April 2015 sebanyak 295 kasus dengan penyelesaian sebanyak 263 kasus. Dengan rincian kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 34 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 120 kasus dan  kasus pencurian sepeda motor (curanmor) sebanyak 141 kasus.
 
Kemudian pada saat masuk program masa kerja 100 hari Kapolri 21 April hingga 3 Juli 2015, jumlah tindak pidana sebanyak 182  kasus dengan penyelesaian sebanyak 186 kasus. Yakni dengan rincian, sebanyak 16 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 79 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan 87 kasus pencurian sepeda motor (curanmor).
 
“Jumlah tersebut, mengalami penurunan dibandingkan dengan angka kejahatan jalanan sebelumnya. Jumlah tindak pidana mengalami penurunan sekitar 38 persen atau 113 kasus, dan untuk penyelesaiannya, mengalami penurunan sebanyak 29 persen atau 77 kasus,”kata Hari kepada wartawan, Selasa (7/7).

Mantan Waka Polresta Samarinda ini menjelaskan, selain pengungkapan kasus tersebut, pihaknya juga mengungkap kasus perjudian sebanyak 12 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 21 orang. Barang bukti yang disita dari para tersangka, tiga bilah senjata tajam (sajam), satu unit kendaraan R4 dan uang seninali Rp 843 ribu.

“Dari jumlah kasus tersebut, yang sudah lengkap (P21) ada empat kasus. Sementara untuk sisanya, masih dalam proses penyelidikan,”kata dia.

Terkait dengan pemberantasan Narkoba, sambung Hari, Polresta Bandarlampung dan Jajaran berhasil diungkap sebanyak 54 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 83 orang. Lalu barang bukti yang berhasil diamankan, ganja sebanyak 58,24 gram, sabu-sabu sebanyak 34,89 gram dan ekstasi sebanyak 4 1/2 butir.

Pada pencapain program prioritas 100 hari masa kerja Kapolri ini, untuk jumlah tahanan dibagi menjadi tiga kelompok.  Untuk tahanan tersangka kasus C3 sebanyak 27 orang, kasus perjudian sebanyak 17 orang, narkoba sebanyak 48 orang dengan total keseluruhan tersangka yang diamankan sebanyak 92 tersangka.

“Dalam program 100 hari masa kerja Kapolri, kami masih memiliki beberapa hari kedepan hingga sampai tanggal 28 Juli. Harapannya, kedepan hasil yang akan dicapai akan lebih maksimal dari hari ini,”tandasnya.

Loading...