Polresta Bandarlampung Siap Tanggulangi Bencana pada Pergantian Musim

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho (kanan) didampingi Kasat Sabhara Kompol Irawan saat melihat petalatan kesiapsiagaan bencana.
BANDARLAMPUNG – Menghadapi pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bandarlampung dan Polsekta Jajaran siap untuk menanggulangi bencana pada pergantian musim yang berpotensi terjadi di Kota Tapis Berseri. Persiapan penanggulangan bencana, ditandai dengan apel siaga di halaman Mapolresta Bandarlampung, Rabu (18/11/2015).
Pada apel siaga kesiapan penanggulangan bencana tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Hari Nugroho dan diikuti oleh seluruh personil dari semua satuan dan polsekta jajaran.
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, dalam penanggulangan bencana alam diperlukan langkah proaktif untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. Terlebih lagi, pada saat ini di Kota Bandarlampung mulai memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim
penghujan.
“Kesiapan ini sangat diperlukan, sebab bencana yang terjadi akan berdampak dengan terganggunya aktivitas masyrakat dan merugikan warga baik materiil maupun psikologis,”kata Hari, Rabu (18/11).
Hari mengutarakan, persiapan yang dilakukan pihaknya saat ini sebagai langkah persiapan penaggulangan bencana di pergantian musim sebagai tindakan antisipasi. Sebab melihat penglaman dari tahun sebelumnya, beberapa wilayah yang ada di Kota Bandarlampung mengalami bencana
banjir disaat musim penghujan datang.
“Oleh karena itu, kami perlu mempersiapkannya dengan mengecek personel yang dilibatkan serta perlengkapan untuk menghadapi datangnya peristiwa atau bencana,”ujarnya.
Dikatakannya, peralatan-peralatan yang sudah di persiapkan seperti, dua unit perahu kayak, dua unit perahu kanu, satu unit perahu karet mesin, enam buah senter, empat buah tali tambang, 12 unit pelampung, tiga unit tenda pleton, empat unit kendaraan truk, satu unit mobil box, satu unit kendaraan bis, obat-obatan, alat komunikasi, pengeras suara dan gergaji mesin jika ada pohon tumbang. Beberapa peralatan yang sudah dipersiapkan, nantinya akan dibagikan ke Polsekta Jajaran.
Untuk peralatan penanggulangan bencana yang tersedia, lanjut Hari, memang tidak selengkap yang ada di Polres. Ketika terjadinya bencana banjir, Polsekta jajaran berkoordinasi dengan pihak lainnya. Yakni puskesmas, anggota TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung.
“Penanggulangan bencana ini, tugas bersama yang harus dilakukan oleh semua intansi atau stekholder di Lampung,”terangnya.
Mantan Waka Polres Samarinda ini menuturkan, dalam mengantisipasi penanggulangan bencana pihaknya menyiapkan sekitar 174 personel yang nantinya akan bekerjasama dengan  110 personil dari TNI, personel dari BPBD dan Dinas Kesehatan masing-masing 30 personel. Jumlah personel
tersebut, sewaktu-waktu akan bertambah jika dalam pelaksanaannya terjadi adanya perkembangan.
“Jika melihat eskalasinya besar, kami bisa menambah personel dari jumlah yang sudah dipersiapkan. Tapi untuk sementara ini, titik rawan yang diprediksi sudah cukup dengan jumlah personwl yang
dipersiapkan,”tuturnya.
Menurutnya, pihaknya memprediksi daerah titik-titik rawan bencana yang ada di wilayah Kota Bandarlampung terdapat 57 titik banjir dan 11 titik longsor yang tersebar di 12 kecamatan. Titik rawan tersebut seperti, di kecamatan Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat terdapat
sembilan titik banjir, Tanjungkarang Timur delapan titik banjir dan satu titik longsor.
Kemudian di wilayah Telukbetung Selatan dan Bumiwaras ada 11 titik banjir dan tiga titik longsor, Kedaton dan Rajabasa terdapat lima titik banjir, Sukarame dan Sulabumi terdapat 10 titik banjir,
Telukbetung Utara dua titik banjir, Telukbetung Barat lima titik banjir, dan wilayah Panjang terdapat tujuh titik banjir dan tujuh titik longsor.
“Saya berpesan kepada seluruh personel yang disiapkan, agar dapat terus bersiap siaga jika terjadi bencana kapan pun. Selain itu juga, personel harus tahu kondisi jika sudah mulai turun hujan. Jika
sewaktu-waktu dibutuhkan, maka personil harus segera siapa dana ada,”tandasnya.