Beranda Hukum Polresta Bandarlampung Sita 21.635 Petasan

Polresta Bandarlampung Sita 21.635 Petasan

296
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono bersama Waka Polresta Bandarlampung, AKBP Bobby Marpaung dan Kasat Reskrim, Kompol Deden Heksaputra saat menunjukkan barang bukti petasan hasil Operasi Cempaka.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Polresta Bandarlampung menggelar Operasi Cempaka, dalam razia tersebut diintensifkan terhadap petasan atau mercon di beberapa tempat di Kota Tapis Berseri. Dari lima hari digelarnya Operasi Cempaka 4-8 Juni 2017, polisi menyita 21.635 buah petasan atau mercon berbagai jenis.

Barang bukti petasan atau mercon yang disita adalah, mercon jenis cabai sebanyak 21.400 buah, mercon tikus 200 buah dan mercon jenis happy flower sebanyak 35 buah.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, ribuan petasan atau mercon dari berbagai jenis ini, adalah hasil sitaan dari dua tempat di Bandarlampung. Yakni di Pasar Way Halim dan di Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Pusat.

“Ribuan petasan yang disita ini, kami sita dari penjual. Hasil introgasi, bahwa petasan itu mereka dapatkan dari distributornya di pulau Jawa,”ujarnya, Kamis (8/6/2017).

Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan razia petasan di berbagai tempat lainnya, dan disinyalir masih banyak penjual yang menyimpan atau menjual petasan tersebut.

“Hal ini dilakukan, untuk kenyamanan masyarakat saat menjalankan ibadah puasa,”ungkapnya.

Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengutarakan, petasan atau mercon ini dapat dikategorikan sebagai bahan peledak, oleh karena itu pihaknya akan berupaya menghentikan peredarannya karena membahayakan. Pihaknya hanya memperbolehkan kembang api saja, yang boleh beredar dan dijual.

“Petasan ini kan bahan peledak, daya ledaknya juga ada yang cukup besar. Sehingga dapat dilakukan pelanggaran Undang-Undang darurat. Kami akan terjunkan tim Intel, untuk memeriksa gudang tempat penyimpanan petasan dan distributornya,”paparnya.

Jika masih ada yang penjual yang kedapetan menjual petasan, pihaknya akan menindak tegas dengan sanksi Undang-Undang darurat. Namun Alumnus Akpol Tahun 1995 ini, tidak menjelaskan secara rinci. Apakah penjual tersebut dikenakan tindak pidana kurungan, pidana ringan atau berupa teguran.

“Untuk mengenai hal itu, masih kami dalami dan ini kami kaitkan dengan Undang-Undang Darurat,”terangnya.

Selain itu juga, kata Murbani, pihaknya akan menyurati yang memberikan izin edar petasan tersebut, untuk ditinjau kembali izinnya. Karena petasan atau mercon ini, berbahaya terutama jika dimainkan dengan anak-anak.

“Upaya ini dilakukan, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat. Kami tidak ingin, ada korban jiwa akibat dari petasan tersebut,”jelasnya.