Polresta Bandarlampung Usut Dugaan Korupsi Dana Bos di SMPN 24 Bandarlampung Senilai Rp 300 juta

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kasa Reskrim Polresta Bandarlampung  Kompol Dery Agung Wijaya 

BANDARLAMPUNG – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Bandar Lampung, melakukan pengusutan dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2014 di SMP 24 Bandarlampung sekitar senilai Rp 300 juta.

Pengusutan dugaan korupsi dana BOS tersebut diketahui, setelah penyidik Unit Tipikor Satreskrim mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari)
Bandarlampung beberapa hari lalu.

Kasi Pidsus Kejari Bandarlampung, Fredy Simanjuntak menuturkan, pihaknya telah menerima SPDP dugaan korupsi dana BOS di SMP 24 Bandarlampung, dari penyidik Tipikor Satreskrim Polresta
Bandarlampung, pada Senin (23/11) lalu.

“Dengan diterimanya SPDP dugaan korupsi dana Bos itu, kami berharap agar segera ditindaklanjuti supaya semua bisa selesai tepat waktu,”kata Fredy, Minggu (29/11).

Fredy mengutarakan, dalam kasus tersebut, pihaknya siap akan menuntaskan dan membawa berkasnya ke persidangan jika berkas perkara pemeriksaan sudah diserahkan dan dinyatakap lengkap atau P-21.

“Ya untuk saat Ini, baru SPDP nya saja yang dikirimkan. Untuk mengenai berapa nilai anggaran kerugiannya, kami tidak bisa beberkan silakan tanyakan saja ke Polresta,”terangnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, bahwa pihaknya tengah melakukan pengusutan perkara dugaan korupsi dana BOS tahun 2014 silam di SMP 24 Bandarlampung. Mengenai nilai anggarannya, sekitar Rp 300 juta dan perkara ini masih
terus dilakukan penyelidikan.

“Untuk saksi yang sudah diperiksa dalam kasus itu, ada sekitar 11saksi. Dari 11 saksi yang diperiksa, paling banyak dari pihak sekolah itu sendiri,”

Menurutnya, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi, sudah ada siapa calon tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana BOS di SMP 24 Bandarlampung.

“Sudah ada calon tersangkanya, yakni dua orang sementara ini. Tapi untuk mengenai nama calon tersangka itu, ya nanti sajalah pasti akan saya informasikan,”terangnya.

Dikatakannya, saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan untuk segera dapat mengungkap kasus dugaan korupsi dana BOS tersebut.