Beranda News Nasional Polri Deteksi Teroris JAD Tumpangi Massa Aksi di Kendari

Polri Deteksi Teroris JAD Tumpangi Massa Aksi di Kendari

114
BERBAGI
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo (foto: Tempo.co)

TERASLAMPUNG.COM — Polri akan melakukan uji balistik jika tewasnya mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara bernama Rendi disebabkan oleh senjata api milik petugas.

BACA: Demo Mahasiswa di DPRD Sultra, 1 Mahasiswa Meninggal dengan Luka Tembak

Rendi tewas dengan luka tembak di dada saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, di Kendari, Kamis, 26 September 2019.’

Uji balistik akan dilakukan untuk mengetahui jenis senjata api yang pelurunya menembus tubuh almarhum Rendi.

“Kalaupun memang karena senjata api penyebab tewasnya, maka akan kami lakukan uji balistik untuk menentukan jenis senjatanya,” tutur kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo terkait tewasnya kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut, Kamis (26/9/2019).

Dedi menegaskan, seluruh anggota Polri yang bertugas mengamankan massa aksi di seluruh wilayah Indonesia hanya dibekali water cannon, gas air mata, dan tameng, tanpa peluru tajam.

Menurut Dedi Polda Sulawesi Tenggara kini masih menunggu hasil otopsi jenazah Rendi.

Hal itu diperlukan untuk mendalami penyebab kematian korban saat melakukan aksi di Depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

Bisnis

Loading...