Beranda Teras Berita Polsek Kedaton Bekuk Anggota Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Way Huwi

Polsek Kedaton Bekuk Anggota Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Way Huwi

1077
BERBAGI

M. Zaenal/Teraslampung.com

Kompol  Hepi Hasan (teraslampung/zaenal)

Bandarlampung—Kepolisian Sektor Kedaton Bandarlampung menangkap tersangka Juli (34), salah satu anggota jaringan pengedar narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Way Huwi, Bandarlampung, Minggu petang (13/4).

Juli ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Belia Gang Kancil Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Way Halim Bandarlampung. Dari tangan tersangka, polisi menyita dua kilogram daun ganja kering siap edar dan sudah dipecah pecah.

Kapolsek Kedaton Kompol Hepi Hasasi mengungkapkan, penangkapan Juli berawal dari informasi dari tersangka Sudarto (34) yang sudah tertangkap lebih dulu. “Dari hasil pengakuan tersangka Sudarto, bahwa dirinya membeli ganja itu dari temannya bernama Juli warga Jagabaya II,” kata Hepi kepada wartawan, Senin (14/4).

Berbekal informasi itu polisi kemudian melakukan penyelidikan pada Minggu (13/4). Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB petugas berhasil menangkap tersangka Juli saat berada di rumahnya.

“Saat kami geledah rumah tersangka Juli, ditemukan dua plastik daun ganja kering dan dua kilogram daun ganja kering yang sebagian sudah dipecah menjadi 36 paket serta uang senilai Rp 200 ribu. Barang bukti tersebut disembunyikan tersangka di dalam lemari dapur,” jelasnya.

Hepi menuturkan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Juli diketahui bahwwa barang haram tersebut rencananya akan dijual kembali. Juli biasa menjual atu paket ganja seharga Rp50 ribu. Ganja tersebut didapat tersangka Juli dari seorang penghuni Lapas Way Huwi  bernama Heri.

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Dugaan sementara, tersangka Juli ini merupakan jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan oleh seorang narapidana yang ditahan di Lapas Way Hui. Untuk mengungkap jaringan ini, kami telah berkoordinasi dengan pihak Lapas. Kemudian pada saat nomor yang biasa digunakan Heri untuk menelpon Juli, diperiksa sudah tidak bisa dihubungi lagi, ” kata dia.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun.

Tersangka Juli mengaku ganja miliknya dipesan melalui Heri yang mengaku sebagai tahanan di Lapas Way Huwi. Sudah dua kali mengambil barang haram itu dengan Heri selama enam bulan.

“Heri menelepon saya untuk menjual narkoba. Karena saya sedang mengganggur, tawaran Heri itu saya terima. Saya diberi upah Rp1 juta kalau ganja itu habis terjual,” kata Juli.

Menurut Juli, pertama menjadi penjual ganja dia bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3 juta. Sebanyak Rp 2 juta disetorkan kepada Heri melalui transfer bank. Yang kedua mendapat keuntungan sama, tapi bedanya saya langsung beli melalui orang suruhan Heri.

“Saya ambil ganja itu dua kali, yang pertama sistemnya dititipkan. Jadi Heri menitipkan ke saya dan keuntungannya langsung diambil, untuk yang kedua saya langsung beli dan semua itu Heri menitipkan barangnya dengan orang suruhannya bernama Koko,” kata dia.

Loading...