Beranda Teras Berita Polsek Kedaton Meringkus Pembobol ATM dan Penadah Uang

Polsek Kedaton Meringkus Pembobol ATM dan Penadah Uang

492
BERBAGI
Tersangka saat diperiksa di Polsek Kedaton, Senin, 8 September 2014. (Foto: Teraslampung.com/Zaenal)

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Petugas Reskrim Polsekta Kedaton meringkus Indharta (29), warga Jalan MS. Batubara, Kupang Teba, Telukbetung, Bandarlampung,  karena diduga menjadi penadah uang hasil pembobolan kartu ATM milik Margiono (63) warga Jalan Danau Singkarak, Lingkungan 1, Kelurahan Surabaya, Bandarlampung.

Kasus pembobolan kartu ATM tersebut terjadi di ATM Bank Mandiri tarik Tunai di Jl. Dakwah dekat SPBU Jalan Dakwah, Labuhanraturaya, Labuhanratu, Bandarlampung, Minggu (24/8) lalu.

Kasi Humas Polsek Kedaton Ipda Nida Sari Daulay mengatakan tersangka ditangkap polisi berdasarkan laporan korban. Setelah mendapatkan laporan dari korban, Polsek Kedaton kemudian mengerahkan petugasnya bekerjasama dengan petugas Bank Mandiri dan berhasil meringkus tersangka Indharta.

“Tersangka Indharta ditangkap petugas saat akan mengurus ATM miliknya yang tertelan di ATM UBL.  Tersangka membuat ATM di kantor cabang pembantu (KCP) di Jl. Cu Meutia,Telukbetung Utara,”kata Nida Sari Daulay, Senin (8/9).

Nida menjelaskan, pembobolan tersebut terjadi saat korban mengambil uang tunai di ATM Bank Mandiri di ATM Bank Mandiri di UB. Saat itu, tersangka yang masih  masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi, berpura-pura menolong koban dan mencatat nomor PIN ATM korban.

“Pelaku diperkirakan berjumlah dua orang, laki-laki dan perempuan. Mereka masih buron,” kata Nida.

Menurut Nida, awalnya pelaku berpura-pura menolong korban saat kartu ATM ‘tertelan’ mesin ATM. Saat itu pelaku menukar kartu ATM kosong dengan kartu ATM milik korban. Padahal, kartu ATM korban bisa ‘tertelan’ mesin karena sebelumnya mesin ATM Bank Mandiri tersebut diganjal oleh pelaku dengan sebuah benda.

Ditambahkannya, petugas telah mengumpul data terkait rekaman CCTV dan petugas mencuriagai dua orang, (laki-laki dan perempuan) di ATM Bank Mandiri di UBL namun tersangka Indharta bukan merupakan pelaku utama dan tidak mengaku bahwa dia merupakan jaringan pembobol kartu ATM milik korban.

“Tersangka yang tertangkap bukan merupakan pelaku utama namun diduga kuat tersangka merupakan jaringan para pelaku. Sebab, tersangka menerima uang transfer dari rekening milik korban sebanyak Rp20 juta. Dari situlah petugas Bank Mandiri melaporkan ke petugas (Polsek Kedaton-red). Petugas lalu menangkap tersangka di KCP Bank Mandiri,” ujar Nida Sari Daulay.

Dari tangan tersangka petugas menyita satu unit handphone, kartu ATM, dan rekening koran koran milik tersangka. Akibat pembobolan ATM tersebut,  korban mengalami kerugian Rp40 juta. Dengan rincian: Rp20 juta diambil oleh tersangka yang kini masih buron, sedangkan Rp 20 juta di transfer ke rekening tersangka Indharta. Saldo  di rekening korban masih ada Rp63 juta dan belum sempat diambil para pelaku.

Kepada teraslampung.com tersangka Indharta mengaku dirinya hanya menerima tranferan uang di ATM tunai di Bank Mandiri di UB. Namun, kata dia, ATMnya tertelan oleh ATM karena dirinya mengambil uang sebanyak Rp 5 juta dari dalam ATM. Karena kartu ATM-nya tertelan, Indharta melaporkan ke Bank Mandiri dandan membuat ATM baru di KCP Bank Mandiri di Jl. Cut Meutia, Telukbetung Utara, Bandarlampung.

“Awalnya saya mengecek ATM dan melihat ada uang Rp20 juta. Saya ambil uangnya Rp5 juta. Yang Rp3 juta saya beli hanphone dan Rp2 juta saya buat jajan sehari-hari,” kata dia.

Tersangka Indharta kini mendekam di sel tahanan Polsek Kedaton dan akan dijerat Pasal 362 dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun panjara.

Loading...