Polsekta Tanjungkarang Barat Tangkap Residivis Perampas Sepeda Motor

  • Bagikan

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Mewan saat diperiksa di Polsekta Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Senin (30/6). Foto: Teraslampung.com/Zaenal

BANDARLAMPUNG – Kepolisian Sektor Tanjungkarang Barat, menangkap Mewan Lesmana (21) warga Desa Kejadian, Kelurahan Kurungan Nyawa, Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu (28/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Tersangka ditangkap karena merampas sepeda motor milik Yulinar (39), warga Jalan Ratu Dipuncak, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Dari tangan pelaku, polisi menyita sepeda motor Yamaha Mio JT warna merah dengan plat nomor BE 3419 BP.

Kapolsek Tanjungkarang Barat, Kompol I Ketut Suryana, mengatakan perampasan sepeda motor dilakukan Mewan pada Sabtu (28/6) sekitar pukul 04.30 WIB. Awalnya Mewan  meminta kawannya diantarkan ke Kota Bandarlampung untuk mencuri motor. Untuk melancarkan aksinya, Mewan menyiapkan pisau.

Sekitar pukul 10.00 WIB pelaku melihat motor milik korban Yulinar (39) yang diparkir di depan rumah dengan kunci masih tercantel di  stop kontaknya. Melihat ada kesempatan dan suasana sepi, pelaku langsung beraksi. Namun, korban sempat melihat motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku dan korban sontak langsung meneriaki maling. Pelaku yang mencoba kabur dengan sepeda motor milik korban, berhasil ditangkap polisi  yang tengah berpatroli.

“Saat tersangka Mewan mencoba kabur, kebetulan di jalan tersebut ada anggota kami yang tengah berpatroli. Petugas yang melihat kejadian itu, langsung menghentikan pelaku. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Tersangka bersama barang bukti satu unit sepeda motor, diamankan di Mapolsekta Tanjungkarang Barat,” kata Ketut kepada wartawan, Senin (30/6)

Berdasarkan pemeriksaan polisi, Mewan sudah empat kali mencuri motor di sekitar Kota Bandarlampung. Tiga di antaranya dilakukan dengan mengancam korbannya memakai senjata tajam.

“Sepeda motor  hasil curiannya dijual tersangka kepada penadahnya berinisial SL (DPO),” kata Ketut.

 Menurut Ketut, pada 2010 lalu Mewans juga terlibat kasus pencurian dan sudah divonis enam bulan penjara.

“Dalam menjalankan aksinya, biasanya tersangka berpura-pura mengajak berkenalan dengan korban. Lalu minta diantar ke suatu tempat. Di tempat itu, tersangka langsung menodong korban menggunakan pisau dan merampas sepeda motor korbannya,” kata Ketut.

Mewan akan dijerat dengan pasal 365 sub 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kepada sejumlah wartawan Mewan mengaku memang pernah dipenjara di Lapas Way Huwi selama enam bulan pada tahun 2010 karena saya mencuri sebuah  kompresor di daerah Lampung Selatan, setelah keluar dari penjara.

Sementara soal hasil pencurian sepeda motor, Mewan mengaku semuanya djual kepada Samsul. “Sepeda motor pertama hasil curian saya jual  Rp2 juta, kedua Rp 2,3, dan ketiga Rp 3,2 juta. Uangnya habis saya gunakan untuk foya-foya,” katanya.

  • Bagikan