Beranda Hukum Narkoba Polsekta Telukbetung Barat Bekuk 12 Tersangka Narkoba

Polsekta Telukbetung Barat Bekuk 12 Tersangka Narkoba

556
BERBAGI
Para tersangka penyalahguna narkoba yang ditangkap aparat Polsekta Telukbetung Barat.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Selama kurun waktu dua bulan (Februari-Maret 2017), aparat Polsekta Telukbetung Barat menangkap 12 tersangka kasus narkoba. Para tersangka, dibekuk di enam tempat yang disinyalir kerap dijadikan tempat peredaran narboba di wilayah Telukbetung Timur dan Telukbetung Barat.

Para tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Saribi, Abdul Kadir, Agustinus, Ardiansyah, Raden, Okta Sanjaya, Darwis, Dahlan, Saparudin, Gede, lali inisial AN dan A.

“Ada 12 tersangka yang ditangkap selama dua bulan terakhir, mereka ditangkap dari enam lokasi TKP di wilayah Telukbetung Timur dan Telukbetung Barat,”kata Kapolsekta Telukbetung Barat, Kompol Atang Samsuri, Rabu (15/3/2017).

Dikatakannya, dari penangkapan para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 6,5 gram, lalu 35,5 butir pil ekstasi, timbangan digital, puluhan plastik klip bening, lima unit ponsel berbagai merk dan uang tunai Rp 4 juta lebih.

“Penangkapan para tersangka, berdasar informasi dari masyarakat yang menyatakan adanya beberapa tempat yang kerap dijadikan untuk transaksi narkoba,”ungkapnya.

Dari informasi tersebut, kata Atang, petugas melakukan penyelidikan di tempat yang dimaksud, alhasil petugas menangkap para tersangka dan beberapa barang bukti narkoba di enam lokasi TKP.

“Para tersangka yang ditangkap, ada pemakai dan juga sebagai pengedar yang sudah menjadi target operasi (TO) selama ini,”terangnya.

Menurut keterangan salah satu tersangka bernama Raden, mengaku bahwa dirinya membeli barang haram tersebut dari Dahlan seharga Rp100 ribu/paketnya. Sabu-sabu tersebut, hanya untuk dikonsumsi sendiri tidak untuk dijual lagi.

“Sabu itu saya pakai sendiri, baru dua bulan saya pakai sabu,”ujarnya.

Sementara tersangka Dahlan yang kesehariannya bekerja mencari barang bekas mengatakan, bahwa sabu-sabu tersebut, ia dapatkan dari seorang pemasoknya yang tidak diketahui identitas namanya.

“Saya beli sabu itu selain untuk dijual lagi juga dikonsumsi sendiri. Untuk pemasoknya, saya tidak tahu siapa namanya,”ucapnya.

Menurutnya, ia mengedarkan barang haram tersebut, kepada teman-teman disekitaran rumahnya saja. Hasilnya, untuk beli sabu-sabu lagi dan biaya kebutuhan sehari-hari.