Beranda Pendidikan Ponpes Al-Fatah Giatkan Belajar Quran Jarak Jauh

Ponpes Al-Fatah Giatkan Belajar Quran Jarak Jauh

477
BERBAGI

Bandarlampung, teraslampung.com—Era teknologi informasi memungkinkan pengguna internet belajar jarak jauh atau secara online, dari kamar masing-masing, tanpa terkendala tempat dan waktu. Tak terkecuali untuk belajar Al-Quran, sekarang pun dapat dilakukan secara online, melalui internet.

Itulah yang sedang dirintis lembaga setingkat sekolah tinggi bernama Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud Online (SQABM).

Pembina Utama SQABM H. Muhyiddin Hamidy mengatakan bahwa saat ini masih banyak umat Islam yang buta huruf maupun buta kandungan Al-Quran, serta masih sedikit umat Islam yang tekun mempelajari Al-Quran.

“Dengan hadirnya Shuffah Al-Quran diharapkan akan menjadi pendorong dan sekaligus sebagai media bagi umat Islam di manapun berada untuk dapat mempelajari, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Quran,” ujar Muhyiddin Hamidy, beberapa waktu lalu.

SQABM dengan situs stsqabm.com secara resmi diluncurkan pada Grand Launching, Selasa 19 November 2013 M. di kampus Pesantren Al-Fatah Dusun Muhajirun, Desa Negararatu, Kec. Natar, Kab. Lampung Selatan.

Duta Besar Sudan untuk Indonesia Abdullah Al-Rahim Al-Sidiq saat menghadiri acara tersebut mengatakan, dalam mempelajari Al-Quran mahasiswa diharapkan sungguh-sungguh, tidak hanya mengetahui cara membacanya, tetapi juga arti dan maknanya.

Ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah saudaranya Al-Quran, akhlaknya adalah Al-Quran, dan ia merupakan Al-Quran yang berjalan.

“Musuh Islam telah mengintai dan dengan berbagai cara agar umat Muslim tidak dapat mempelajari Al-Quran dan As-Sunah. Kaka kehadiran Shuffah Al-Quran berbasis teknologi informasi ini diharapkan mampu memimpin peradaban dunia Islam mendatang,” ujar Dubes Al-Sidiq.

Hadir pada Grand Launching SQABM, Sekretaris Duta Besar Palestina untuk Indonesia Neil Mahmoud, Kepala Sub-Direktorat Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Pusat Dr. Mamat Salamat Burhanudin, Staf Ahli Bidang Revitalisasi Industri Kementerian Kehutanan Dr. Ir. Bejo Sansoto,M.Sc., Asisten III Bidang Kesra Gubernuran Provinsi Lampung Hj. Elya Muchtar, General Manager Telkom Lampung Ir. Muchlis, serta para tokoh, alim ulama, pejabat setempat, media massa dan masyarakat sekitar pesantren.

Dekan Fakultas Tafsir dan Ilmu Al-Quran Universitas Islam Gaza, Palestina, Syaikh Dr. Mahmud Hasyim Anbar dalam sambutan tertulis menyampaikan, pengambilan nama Abdullah bin Mas’ud merupakan nama terbaik dari sekian banyak sekolah tinggi dan universitas yang ada di dunia.

“Abdullah bin Mas’ud merupakan nama seorang sahabat yang yang ahli dalam Al-Quran dan mendapatkan pengakuan langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Adapun “Shuffah” bermakna teras masjid tempat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan Al-Quran dan syariat Islam kepada para sahabatnya di Madinah.

Materi yang diajarkan di Shuffah Al-Quran mulai dari Tahsin Al-Quran, Tajwid Praktis, Ilmu-Ilmu Al-Quran dan Al-Hadits, Tafsir, Tahfidz, bahasa Arab, dan ilmu-ilmu pendukung lainnya.
Shuffah Al Quran Abullah bin Masud diasuh oleh dosen pendidik terbaik yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya berasal dari beberapa negara seperti dari Palestina, Yaman, Sudan, Malaysia, dan Indonesia sendiri.

Beberapa dosen yang pernah memberikan materi kuliah secara online interaktif antara lain Syaikh Dr. Abdurrahman Yusuf Al-Jamal (Direktur Lembaga Tahfidz Al-Quranul Karim Was Sunnah Gaza, Palestina), Ustadz Habib Husein Al-Athas (penceramah Tausiyah Radio Silaturahim), Prof. Dr. Ir. Ariffien Bratawinata, M.Agr. (Universitas Mulawarman, Kaltim), dll.
Dalam jadwal tertentu, disiarkan pengajaran Al-Quran secara langsung dari Timur Tengah oleh dosen yang bersangkutan, yang akan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Komunitas Belajar Al-Quran (Komjaraq)

Ada dua jenis kelas SQABM yang terbuka untuk umum, pertama, Sistem Reguler, yaitu kuliah bagi mahasiswa yang menginginkan nantinya mendapat ijasah S1, yang memenuhi kriteria sebagai sarjana. Kuliah dengan tutorial sistem klasikal langsung di kampus, selama empat tahun atau delapan semester (153 sks). Data bagian sekretariat menyebutkan, tahun pertama dibuka Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud terdaftar sekitar 60 calon mahasiswa.

Kedua, Sistem Kuliah Online, yang bisa diikuti siapa saja, dari mana saja dan kapan saja.
Program ini bisa diikuti secara individu, dengan mendaftar melalui online di website stsqabm.com atau melalui Komunitas Belajar Al-Quran Jarak Jauh (Komjaraq). Dalam masa pendaftaran online Januari lalu, tercatat 212 peserta mendaftar sebagai mahasiswa online.

Ketua SQABM KH. Yakhsyallah Mansur, MA., dalam Tabligh Akbar Aqsa Working Group (AWG) di Masjid Agung Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (2/2) mengemukakan, untuk mengembangkan kelas jarak jauh, dibentuk Komunitas Belajar Al-Quran (Komjaraq) di daerah-daerah.

Kelas-kelas bersama Komjaraq mendapat respon positif dari umat Islam di daerah-daerah, seperti di Semarang, Wonogiri, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Samarinda, dan sebagainya. Bahkan beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar Indonesia, ikut serta dalam program belajar Al-Quran online ini, seperti di Malaysia, Mesir, Palestina dan Sudan.

“Kami membuat satu ruangan khusus semacam studio besar, untuk jamaah berkumpul, dilengkapi fasilitas laptop, modem dan tv layar lebar,” ujar Drs. Makmun Syamsuddin, koordinator Komjaraq SQABM untuk daerah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. (Ali Farkhan Tsani)

Sumber: MINA

Loading...