Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pospera Kritik Lambannya Penanganan Kasus Mantan Wabup Lampung Utara

Pospera Kritik Lambannya Penanganan Kasus Mantan Wabup Lampung Utara

197
BERBAGI
Yoki Agung Malian
Yoki Agung Malian

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–DPC Pospera Lampung Utara mengkritik lambannya aparat penegak hukum dalam menangani kasus dugaan penggelapan empat mobil dinas yang menyeret nama mantan Wakil Bupati Sri Widodo.

“Kami nilai penanganan kasus yang menyeret nama pak Sri Widodo terbilang lamban. Padahal, kasus ini kan sudah ditangani sejak medio April lalu,” kata Sekretaris DPC Pospera Lampung Utara, Yoki Agung Malian, Selasa (13/8/2019).

BACA: Dituduh Gelapkan Empat Mobil, Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo Dipolisikan

‎Yoki mengatakan, sedianya kasus ini telah mengalami perkembangan yang signifikan karena telah empat bulan lamanya ditangani. Namun, sampai sekarang masih ada belum ada perkembangan yang berarti.

Sepanjang yang ia tahu, kasus ini kini telah dilimpahkan oleh pihak kepolisian kepada pihak Kejaksaan Negeri Lampung Utara. Status Sri Widodo juga kini telah berstatus tersangka. Sayangnya, sampai saat ini belum ada perkembangan berarti dalam kasus tersebut.

“Mestinya aparat penegak hukum menjelaskan sudah sejauh mana perkembangan kasus ini supaya publik tidak bertanya – tanya,” terang dia.

Sebelumnya pada 23 Juli 2019, Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono mengatakan, pihaknya telah melimpahkan kasus Sri Widodo kepada pihak kejaksaan.


Berkas perkara Sri Widodo) sudah dilimpahkan (di Kejaksaan). Lagi diteliti berkasnya‎,” kata Kapolres Lampung Utara, Budiman Sulaksono kala itu.

Pemeriksaan berkas perkara Sri Widodo ini ditujukan untuk mengetahui apakah berkas yang mereka sampaikan tersebut telah lengkap atau malah sebaliknya. “‎Kira – kira sudah lengkap berkasnya, nanti tahap kedua,” jelasnya.

 

Kendati berkas perkara Sri Widodo telah masuk ke Kejaksaan, Budiman menuturkan, pihaknya tidak melakukan penahanan atas yang bersangkutan. Keputusan untuk tidak melakukan penahanan itu berdasarkan pertimbangan pihak penyidik.

“(beliau tidak ditahan ) karena kooperatif dan juga itu kewenangannya pihak penyidik,” kata Perwira Menengah Kepolisian ini.

Sri Widodo sendiri dilaporkan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset dengan dugaan penggelapan empat mobil dinas yang pernah dipakainya.‎ Laporan ini rupanya membuat Sri Widodo keder sehingga yang bersangkutan perlahan – lahan mengembalikan tiga unit mobil dinas yang disoal itu.‎

Ketiga mobil itu, yakni Toyota Innova putih BE 2334 JZ, Toyota Innova hitam BE 234 JZ, Suzuki Vitara hitam BE 1023 JZ, sedangkan mobil Isuzu Panther BE 1029 JZ‎‎ sampai saat ini tidak jelas juntrungannya.‎ Berdasarkan informasi terakhir, satu unit mobil Isuzu Panther yang belum dikembalikan ternyata telah dikembalikan oleh Sri Widodo. Dengan demikian, seluruh mobil dinas yang dipersoalkan telah dikembalikan.‎

Loading...