Beranda News Nasional Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Ini Kata BMKG

Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Ini Kata BMKG

490
BERBAGI
Foto aerial sebuah mobil yang terbawa arus tsunami hingga tersangkut di tengah sawah di kawasan Carita, Banten, Senin, 24 Desember 2018. Kekuatan tsunami pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, membuat puluhan kendaraan yang berada di lokasi hancur. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TERASLAMPUNG.COM — Riset terbaru potensi tsunami hingga 20 meter dari laut di selatan Jawa diharapkan mendorong semua pihak untuk memperhatikan upaya mitigasi. Bukan sebaliknya, memicu keresahan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyatakan itu dalam keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat 26 September 2020. Menurutnya, perlu upaya serius dari berbagai pihak untuk mendukung dan memperkuat penerapan infrastruktur yang aman.

“Masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kemampuannya dalam memahami cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami,” ujarnya.

Daryono mengiNgatkan bahwa hasil riset terbaru mengenai gempa tsunamigenik dari selatan Jawa itu memberikan model skenario atau gambaran terburuk. Itu bisa dijadikan acuan dalam upaya mitigasi guna mengurangi risiko bencana tapi juga sebaliknya memicu keresahan akibat salah pengertian.

Masyarakat dinilainya lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang harus dilakukan.

“Masyarakat awam pun menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat, padahal tidak demikian,” katanya lagi.

Dia menerangkan, meskipun kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan skenario terburuk, tetapi hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

Dalam ketidakpastian kapan terjadinya, ujar Daryono, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi. “Dengan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa.”

Caranya beragam seperti meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi, latihan evakuasi, menata dan memasang rambu evakuasi, menyiapkan tempat evakuasi sementara, membuat bangunan rumah tahan gempa. Selain itu ada upaya menata ruang pantai berbasis risiko tsunami, serta meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami.

Sebelumnya, tim peneliti kegempaan gabungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dua periset asing, dan sebuah perusahaan asuransi membuat riset potensi gempa di laut selatan Jawa.

Mereka menemukan zona seismic gap di antara pulau Jawa dan zona subduksi yang dianggap berpotensi untuk memunculkan gempa besar dan dampak tsunami hingga 20 meter, bahkan lebih.

Tempo

Loading...