Beranda Pendidikan PPDB SMP Negeri Sistem Zonasi di Bandarlampung Kacau

PPDB SMP Negeri Sistem Zonasi di Bandarlampung Kacau

715
BERBAGI
SMPN 10 Kota Bandarlampung di jalan Panglima Polim nomer 5, Segalamider.
SMPN 10 Kota Bandarlampung di jalan Panglima Polim nomer 5, Segalamider.

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN di Kota Bandarlampung jalur Zonasi melalui sistem online pada tahun ini kembali kacau. Kekacauan yang diduga disebabkan oleh sistem komputer itu membuat calon orang tua murid menjadi bingung dan resah. Kasus ini mengulangi kasus serupa pada tahun 2019 lalu.

Keluhan para calon orang tua murid yang mendaftarkan anaknya di SMPN 10, misalnya. Mereka bingung karena jarak dari rumahnya ke sekolah yang pada faktanya sangat dekat, tetapi nama anaknya tidak masuk daftar calon siswa yang diterima di sekolah tersebut. Ironisnya, calon siswa yang jarak rumahnya ke sekolah lebih jauh justru muncul di aplikasi tersebut.

“Kami jaraknya dengan sekolah SMPN 10 sekitar 800 meter, tetapi nama anak saya sudah hilang di sistem penerimaan siswa di sekolah itu,”ungkap Ratih warga Segalamider kepada Teraslampung.com, Rabu, 8 Juli 2020.

Hal yang sama diungkapkan Andre, warga jalan Sam Ratulangi, Gang Bungsu. Nama anak Andre  tidak ada dalam daftar siswa yang diterima di SMPN 10 Bandarlampung. Padahal, ada nama anak lain yang jarak rumahnya lebih jauh namanya tetap muncu alias diterima.

“Rumah saya dengan sekolah (SMPN 10) jaraknya 1,2 Km, nama anak saya hilang tidak masuk di aplikasi, anehnya saya lihat ada pendaftar yang jaraknya lebih jauh yaitu 1,5 Km namanya masih muncul,” ungkapnya

Andre mengaku  datang ke sekolah untuk mendapatkan kepastian. “Kalau anak saya tidak diterima ya tidak apa-apa supaya saya segera mendaftarkan anak saya ke swasta. Saya takutnya sekolah swasta saat kami mau daftar sudah tutup,” jelasnya.

Tidak jauh berbeda keluhan yang diungkapkan Adinda, warga jalan Mansur, Kedaton. Dia ingin mencabut pendaftaran anaknya dari SMPN 10 karena ingin pindah ke SMPN 43.

“Keluhan saya sama dengan orang tua lain yang datang ke sini (SMPN 10).Jarak rumah lebih dekat, tetapi nama anak saya hilang. Padahal, anak lain yang jarak rumahnya lebih jauh muncul di daftar, namanya yang lebih jauh masih muncul,” jelasnya.

Kepala SMPN 10, Nurhayati, menjelaskan bahwa sisitem PPDB online ini tidak ada campur tangan pihaknya semua yang bekerja sistem di komputer.

“Semua yang bekerja sistem komputer, kami hanya mengklik jarak rumah pendaftar dengan sekolah. Jadi, sampai hari ini kami tahu siapa-siapa yang diterima melalui jalur Zonasi, kan masih ada besok,” jelasnya.

“Untuk tahun ajaran 2020 ini kami menerima perserta didik melalui jalur Zonasi sekitar 70-an anak didik,” katanya.

Loading...