PPK Lamsel Bangun Ekonomi Kreatif Masyarakat Lewat Ajang Lampung Fair 2015

Bagikan/Suka/Tweet:

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Tim bidang pertanian perikanan dan kehutanan (PPK) Lampung Selatan di Lampung Selatan Fair 2015.

KALIANDA – Even Lampung Fair (LF) 2015 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung, di Lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, resmi dibuka oleh Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardho Sabtu (5/9) malam.

Pada kegiatan LF 2015 yang akan berlangsung selama 16 hari itu (5-20/9), tujuh dinas instansi yang tergabung dalam bidang pertanian perikanan dan kehutanan (PPK). Yakni Dinas Tanaman Pangan dan Holtikura (DTPH), Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Kehutanan, Badan Ketahan Pangan (BKP), serta Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lampung Selatan.

Mereka hadir di even Lampung Fair dengan mengusung  tema “Melalui Lampung Fair 2015 Kita Bangun Ekonomi Kreatif Lampung Selatan”.

Kepala BKP Lamsel Ir. Rini Ariasih mengatakan, untuk meramaikan acara Lampung Fair tahun ini, kami dari dinas/instansi yang tergabung dalam bidang PPK mengusung tema membangun ekonomi kreatif masyarakat melalui bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

“Tujuh dinas bergabung dalam satu stand, dengan membawa konsef on farm dan off farm,” ujar Rini Ariasih kepada Teraslampung.com, melalui sambungan telepon, Minggu (6/9) sore.

Rini menjelaskan, untuk konsef on farm bidang PPK Lamsel menampilkan berbagai program kegiatan serta komoditas unggulan baik yang sudah maupun sedang dijalankan oleh masing-masing satuan kerja (satker) bidang PPK.

“Dan untuk konsef off farm-nya, menampilkan berbagai macam olahan hasil pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan yang diproduksi oleh masing-masing kelompok binaan,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam ajang pameran pembangunan itu juga, bidang PPK akan secara langsung memberikan informasi kepada pengunjung seputar program-program kegiatan seperti sistem integrasi sawit dan sapi (Siskapi), program upsus pajale padi, jagung, kedelai, pengembangan sapi PO, budidaya ikan air tawar, serta program pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan rumah pangan lestari.

“Semua program kegiatan tersebut kami sampaikan kepada para pengunjung stand, melalui display dalam bentuk visual maket yang telah kami siapakan di anjungan out door,” terangnya.

Lebih jauh Rini menuturkan, untuk produksi hasil olahan dari masing-masing kelompok binaan yang dipamerkan berupa nata de coco, virgin coconut oil, gula kelapa, kopi, madu, royal jelly, gulq aren, manisan pala, olahan ikan kering, nuget ikan, abon ikan, susu kambing etawa, telur asin dan lain sebagainya.

“Sedangkan dari badan ketahan pangan, memamerkan produk pangan berupa beras siger, beras jagung, aneka kripik pisang, keripik singkong, keripik jamur, kue mochi, wingko pisang, bakpia pisang, otak-otak, dan sale pisang. Dari DTPH memamerkan hasil-hasil panen petani Lampung Selatan seperti buah-buahan lokal dan sayur-sayuran organik,” tuturnya.

“Untuk BP4K, menampilkan berbagai media informasi yang terkait dengan penyuluh pertanian dan peningkatan iptek bagi petani yang disampaikan, melalui media audio visual, leaflet, brosur, sekaligus melayani konsultasi seputar pertanian,” katanya.