PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Tiga Daerah di Lampung Turun ke Level 3

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Pulau Jawa-Bali pada 24 Agustus – 6 September 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan, perpanjangan PPKM juga diterapkan di luar Jawa-Bali dengan penurunan status PPKM menjadi level 3 di beberapa wilayah. Penurunan level itu  seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 yang membaik.

Menurut Airlangga, 11  kabupaten/kota yang yang turun ke level 3 di luar Jawa-Bali adalah kabupaten/kota yang ada di Bengkulu (1 daerah), Jambi (1 daerah) Kalimantan Selatan (1 daerah), Lampung 3 daerah), NTT (2 daerah), dan Riau (3 daerah).

Ke-11 daerah itu adalah Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Merangin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tulangbawang Barat, Kabupaten Lampung Selatan, Kabuoaten Lampung Barat, Kabupaten Ende, Kabupayen Sika, Kabupaten Siak, Rokan Hulu, dan Kota Dumai.

Sedangkan  34 kabupten/kota di luar Jawa-Bali masih menerapkan PPKM Level 4.

“Perpanjangan akan dilakukan di luar Jawa-Bali pada 24 Agustus – 6 September dan perpanjangan ini seluruhnya detail jumlah kabupaten/kotanya akan ada dalam instruksi mendagri,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (23/8/2021).

Menurutnya, penyesuaian pembukaan kegiatan aktivitas masyarakat seiring dengan penurunan level agak berbeda dengan yang diterapkan di Jawa – Bali.

Antara lain: di perkantoran diperbolehkan bekerja di kantor atau WFO sebanyak 25 persen. Sementara tempat ibadah boleh dibuka maksimum 25 persen atau kapasitas 30 orang. Restoran 25 persen atau dua orang per meja. Jam operasi dibatasi sampai jam 20.00. Mal dibuka sampai jam 20.00 dengan maksimal kapasitas 50 persen.

Tempat wisata dibuka 25 persen, fasilitas umum 25 persen, kegiatan seni budaya dan olahraga 25 persen. Resepsi pernikahan maksimum 30 orang dan diharapkan dibatasi terkait hajatan.

Adapun industri berorientasi ekspor boleh beroperasi 100 persen. Namun, harus ditutup selama 5 hari jika ditemukan klaster baru.

“Aplikasi Peduli Lindungi sebagai prasyarat untuk berkegiatan atau syarat masuk dalam berbagai kegiatan,” ungkap Airlangga.

Airlangga mengatakan, dari segi kasus aktif, wilayah luar Jawa-Bali berkontribusi sebesar 52,3 persen. Menurutnya, saat ini sejumlah wilayah telah menunjukkan tren penurunan kasus. Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR di wilayah luar Jawa-Bali mencapai 41,6 persen dan diprediksi akan terus turun.

 

  • Bagikan