Beranda News Nasional Prabowo Berikan Keris Bersabuk Emas kepada Jokowi

Prabowo Berikan Keris Bersabuk Emas kepada Jokowi

1098
BERBAGI
Presiden Jokowi dianugerahi gelar Pendekar Utama oleh Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto, ditandai dengan pemberian udeng, keris dan sertifikat (8/12/2016). Foto: Ist/Setpres

TERASLAMPUNG.COM — Ada pemandangan tidak biasa dalam acara penutupan Kejuaraan Pencak Silat Dunia ke-17, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Kamis (8/12) siang.

Di antara para penonton yang menyaksikan laga final, Presiden Jokowi duduk berdampingan dengan Ketua Umum IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Prabowo Subianto. Keduanya sama-sama mengenakan seragam bernuansa hitam layaknya dua pendekar.

Saat itu rupanya Presiden Jokowi yang kebetulan sedang ada acara internasional di Bali diundang Prabowo untuk mendapatkan anugerah gelar Pendekar Utama. Itulah sebabnya, Jokowi ‘mengimbangi’ Prabowo dengan pakaian bercorak senada.

Saat menonton pertandingan dan menerima penghargaan sebagai Pendekar Utama, Jokowi mengenakan baju pencak silat berwarna hitam lengkap dengan kain sinjang yang melilit pinggang. Seperti Prabowo, kepala Jokowi juga dibalut ikat kepala beraserori warna emas.

Saat hendak memberikan penghargaan kepada Jokowi, Prabowo mengatakan,”Kami ingin menggunakan kesempatan tersebut  atas nama keluarga besar pencak silat dunia dan Indonesia, kami mohon Bapak berkenan menerima gelar sebagai Pendekar Utama Pencak Silat. Dengan demikian tentunya Bapak akan selalu mengawasi, membina, dan membesarkan pencak silat di tahun-tahun yang akan datang.”

Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa (Persilat) pun kemudian menyerahkan keris bersabuk emas sebagai tanda anggota kehormatan kepada Jokowi.

Pendekar Utama merupakan gelar kehormatan dari IPSI yang diberikan khusus kepada tokoh-tokoh yang dianggap memiliki karakter pendekar. Gelar tersebut diberikan atas sumbangsih Presiden Jokowi terhadap pembinaan dan pengembangan pencak silat di Indonesia.

Tentang kejuaraan pencat silat internasional itu, Presiden Jokowi mengaku bangga bisa melihat 40 negara peserta berkumpul atas kecintaan yang sama kepada pencak silat. Menurut Jokowi, pencat silat adalah ilmu bela diri kebanggaan bangsa Indonesia dan harus terus dilestarikan.

Menurut Jokowi, meskipun para peserta berbeda bahasa dan bangsa, tetapi mereka bisa saling berkomunikasi dengan pencak silat.

“Seni bela diri pencak silat bisa memperkuat karakter memperkuat mental menjunjung keyakinan bahwa segala kekuatan, segala kepintaran segala kehebatan kalah dengan kesabaran kalah dengan keikhlasan,” kata Jokowi.

 

“Pak Prabowo (Ketua Umum IPSI, red) menyampaikan tadi bahwa pencak silat sudah bisa masuk Asian Games, kemudian Olimpiade 2020 sudah bisa masuk tapi dalam tingkat eksebisi. Untuk tahun 2024 kita harapkan pencak silat sudah bisa masuk olimpiade,” kata Presiden Jokowi.

Bukan hanya bela dirinya, yang harus menembus dunia, lanjut Presiden, tapi juga nilai-nilai yang melekat pada pencak silat. seperti sikap kesatria, tidak sok jagoan dan adigung, sikap tanpa pamrih dan dan suka menolong orang lain.

Jokowi menegaskan, pemerintah Indonesia akan terus mendukung usaha semua pihak berbicara dengan negara yang lain agar pencak silat menjadi cabang olahraga yang nantinya bisa dipertandingkan di Olimpiade.

 

 

Bambang Satriaji