Beranda Teras Berita Prediksi Piala Dunia: AS akan Kalahkan Belgia

Prediksi Piala Dunia: AS akan Kalahkan Belgia

198
BERBAGI

Oleh Ari Pahala Hutabarat

Dini hari nanti, pukul 03.00 WIB di Stadion Arena Fonta Nova, Salvador, akan bertemu Belgia dan Amerika Serikat. Prediksi saya, meskipun dengan amat sulit, AS akan memenangkan duel ini.

Tentulah banyak pengamat, begitu juga berdasar hitung-hitungan statistik di atas kertas, yang menjagokan Belgia. Sebab-sebabnya sudah jelas: Seluruh punggawa Belgia bermain di klub-klub level atas Eropa, seperti di Chelsea, Atletico Madrid, Manchester City, Everton, dll.

Karena itu, asumsinya, mereka sudah biasa menjalanai duel dengan tingkat kompetisi yang ketat dan mensyaratkan skill tinggi. lalu, Belgia juga berhasil melewati babak penyisihan di Piala Dunia ini dengan sapu bersih, yaitu menang atas Algeria 2-1, atas Rusia 1-0, dan menang atas Korsel 1-0.

Data yang berbanding terbalik ada pada AS; relatif hanya ada dua pemain yang cukup dikenal apresian sepakbola karena pernah bermain di liga Eropa, yaitu kiper Tim Howard dan striker Clint Dempsey. Karena itu wajar jika dikatakan bahwa tim AS hanya diisi pemian-pemain kelas dua.

Kemudian, perjalanan AS di babak penyisihan grup juga kurang mentereng, yaitu hanya sekali meraih kemenangan atas musuh bebuyutannya, Ghana dengan skor 2-1, lalu ditahan imbang Portugal 2-2, untuk kemudian kalah atas Jerman 1-0. Karena itu, sekali lagi, menjadi wajar jika hampir 99 % pengamat bola menjagokan Belgia atas AS.  Tapi saya punya sudut pandang yang berbeda.

Bagi saya Belgia yang katanya dihuni generasi emas ini tak cukup meyakinkan. Ekspetasi penonton yang tinggi karena beralas pada data individu setiap pemain seperti tak menemukan buktinya di lapangan. dalam tiga pertandingan di penyisihan grup Belgia jelas sekali kerepotan untuk menang. Organisasi serangan tak berpola. Distribusi yang biasanya dialirkan dari bek kanan atau kiri kemudian mulai menggenang di line tengah lapangan, lalu mulai tersendat-sendat di 3/4 lapangan.

Penetrasi yang dilakukan Eden Hazard, de Bruyne, atau Mertens terasa kurang kreatif dan miskin visinya. Setelah bola dialirkan wira-wiri–kalau mentok–bola akan dikembalikan ke tengah atau langsung dilambungkan ke depan untuk dieksekusi Lukaka. dan di sini masalahnya. Lukaku sejauh ini tak menunjukkan kecemerlangan yang biasanya ia tampilkan di liga Inggris. Lukaku seperti ayam yang terlalu sering mematuk ruang kosong. Karena itu, kemenangan Belgia di tiga duelnya di babak penyisihan, bagi saya tak lebih dari sekadar kebetulan.

Memang AS hanya berhasil memetik satu kemenangan di babak awal. Tapi lihat siapa lawan2nya–Ghana, musuh bebuyutan yang selalu menumbangkan AS di dua piala dunia terakhir diajak adu kuat fisik, adu kuat sprint oleh para serdadu AS. lalu Portugal, yg dihuni pesepak bola terbaik dunia, Ronaldo, dan diisi sekian nama mentereng seperti Luis Nani, Bruni Alves, Coentrao, dll dibikin repot setengah mati dan akhirnya cuma bisa draw. Sedangkan Jerman pun harus mati-matian untuk menang, sehingga hanya bisa melesakkan gol ke AS di kurun waktu sepuluh menit terakhir.

Saya menyukai motivasi yang kuat dan organisasi serangan yangb apik dari AS. Saya menyukai sikap ngotot para gelandangnya dan transisi antar pemain yang bergulir dalam pengadeganan serangan yang rapih. Saya menyukai kecerdasan, sistematika, dan obsesi khas Jerman-nyaJurgen Klinsman.

Saya menyukai keputusan Klinsman untuk tak membawa pemainnya yang paling berpengalaman, The Golden Boy-nya AS, Landon Donovan. Karena absennya Donovan kemudian membuat AS harus bermain tanpa satu pun pemain bintang–dan karena itu amanah plus tanggung jawab untuk meraih kemenangan tersebar merata ke seluruh anggota tim. Efeknya–kolektivitas dan kerjasama yang solid tercipta dalam tim yang belum pernah lolos ke fase delapan besar Piala Dunia ini.

Jadi, di atas kertas, jika kita melihat data diri para pemain, partai antara AS melawan Belgia ini bak partai Daud versus Goliath. Partai antara tim yang terlalu penuh oleh bintang melawan tim yang dihuni hanya oleh pemain ‘kebanyakan’. Sekali lagi, wajar jika di atas kertas Belgia diunggulkan. Tapi saya berkeyakinan bahwa motivasi dan kolektivitas AS akan mampu menumbangkan Belgia, meskipun dengan skor yang tipis saja. Sulit memang. Tapi ingat, bola itu bundar, sayang.

Loading...