Beranda News Nasional Presiden Jokowi Kunjungi Sekolah Aman Asap di Palangkaraya

Presiden Jokowi Kunjungi Sekolah Aman Asap di Palangkaraya

242
BERBAGI
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana meninjau sekolah aman asap, di Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (31/10) siang. (Foto: Sekretariat Kabiney RI).

PALANGKARAYA, Teraslampung.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana meninjau sekolah ‘kelas aman asap’ di Sekolah Dasar Negeri 8, Pahandut, Palangkaraya, Sabtu (31/10).

Untuk mencapai lokasi sekolah tersebut, berjalan kaki melalui titian ulin sepanjang 300 meter. Perjalanan rombongan Presiden Jokowi ke SDN itu dielu-elukan masyarakat yang sejak pagi sudah menantinya. Mereka  dengan antusias menunggu sambil berjejer di sepanjang titian, agar bisa bersalaman dengan sang Presiden.

Di lokasi SDN 8, Presiden Jokowi langsung meninjau ruang penyaringan udara untuk evakuasi anak-anak, khususnya yang tidak tahan terhadap asap kebakaran hutan. Presiden dan Ibu Negara juga menyempatkan berdialog dengan guru dan para siswa SDN tersebut saat memasuki kelas.

Setibanya di SD Negeri 8 Pahandut, Presiden dan Ibu Iriana berbincang dengan sejumlah murid.

“Selamat siang anak-anak,” kata Iriana menyapa anak-anak kelas 2 SD Negeri 8 Pahandut. “Belajar ya biar pintar,” tuturnya.

Presiden juga sempat bertanya soal kabut asap. “Kemarin pas asap libur?” tanyanya.

“Libur sebulan Pak,” jawab para murid.

SD Negeri 8 Pahandut merupakan sekolah yang telah menggunakan sistem sekolah aman asap di kelasnya. Kelas aman asap di sekolah ini merupakan hasil gotong royong Satgas Asap Kemendikbud dengan masyarakat di sekitar sekolah.

Teknologi yang digunakan untuk kelas aman asap ini termasuk teknologi sederhana yang telah terbukti lewat uji coba di Sekolah Percobaan Kota Padang pada 27-28 Oktober lalu.

Selain itu, telah diterapkan juga di SDN 181 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Kunjungan, saat kunjungan Presiden dan rombongan kemarin, Jumat (30/10/2015).

Mendikbud berharap sekolah-sekolah lain yang terkena dampak kabut asap dapat menerapkan Sekolah Aman Asap dengan penggunaan isolasi, dan penjernihan udara.

“Kemdikbud pasti akan bergerak cepat dan serius. Namun kami juga mengajak masyarakat dan pihak swasta untuk membantu percepatan penerapan Sekolah Aman Asap, agar anak-anak kita dapat melanjutkan kegiatan belajarnya dengan rasa tenang dan aman,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sistem sekolah aman asap dikembangkan oleh pakar dari ITB, Zeily Nurachman dan Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta. Caranya, di kelas dipasang kasa dakron pada setiap lubang ventilasi ruangan, memasang kipas exhauster untuk mengeluarkan udara kotor, dan memasang sistem aerasi pada akuarium yang ditaruh di dalam ruangan.

Kain kasa dakron (kain kasa yang biasa digunakan untuk saringan aerasi akuarium) berguna untuk menangkap partikel-partikel asap yang terbang di udara sehingga udara yang melewati kain kasa tersebut sudah dalam keadaan bersih. Kasa juga harus dibasahi agar partikel-partikel yang melewati pori-pori kain kasa tertangkap air dan menempel pada kasa.

Sementara itu kipas exhauster (kipas yang biasa digunakan untuk exhaust kamar mandi) dapat mengusir udara dari dalam ruangan kelas ke luar kelas. Kemudian akuarium yang ada aerasinya berguna untuk menangkap partikel-partikel mineral yang masih masuk ke dalam ruangan kelas.

Akuarium harus diisi oleh tumbuhan ganggang yang bisa didapatkan di kolam-kolam. Ganggang juga berguna untuk menyerap CO2 dan memproduksi oksigen dalam ruangan. Oleh karena itu akuarium perlu dipasang lampu ultraviolet agar fotosintesis terjadi.

Sebelum meninggalkan SD Negeri 8 Pahandut, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo berfoto bersama murid-murid SD tersebut.

Loading...