Beranda News Pusiban Presiden Jokowi: Lampung Harus Fokus “Core Busineness” Unggulan

Presiden Jokowi: Lampung Harus Fokus “Core Busineness” Unggulan

226
BERBAGI
Gubernur Ridho Ficardo (kanan) menghadiri rapayt terbatas di Kantor Presiden, Senin (6/3/2017). Foto: Kantor Sekretariat Presiden RI

TERASLAMPUNG.COM — Lampung menjadi bahasan khusus dalam rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/3/2017). Pembahasan tentang Lampung itu terkait dengan evaluasi pelaksanan proyek strategis nasional dan program prioritas di Lampung.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi memuji pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mencapai angka 5,15 persen atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika proyek strategis yang ada di Lampung selesai (proyek Jalan Tol Trans Sumatera), Jokowi yakin angka pertumbuhan ekonomi Lampung akan lebih cepat meningkat.

“Sebab itu kita fokus menggarap apa yang menjadi sektor unggulan dan mengembangkan apa yang menjadi core business di Lampung,” kata Jokowi.

Dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Gubernur Lampung Ridho Ficardo itui, Presiden Jokowi juga meminta pelaksanaan proyek strategis dan program prioritas tak melupakan upaya pemerintah mengurangi kesenjangan di Lampung.

Provinsi Lampung menyimpan potensi besar, khususnya di bidang pertanian, perikanan, dan perkebunan. Hal itu  dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto Lampung yang 31,45% berasal dari sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Produk Domestik Regional Bruto Lampung berikutnya berasal dari sektor pengolahan yang memberi sumbangsih sebesar 18,83 persen.

Agar perekonomian daerah tumbuh lebih cepat, infrastruktur pendukung transportasi sektor perikanan dan pertanian harus dibenahi. Harus dikembangkan juga infrastruktur Tol Trans-Sumatera, listrik, cold storage perikanan & irigasi untuk mendukung pertanian di Lampung.

Lampung sebagai gerbang Sumatera juga dibahas dalam rapat ini. Kualitas pelayanan penyeberangan Bakauheni-Merak harus ditingkatkan. Mulai dari lamanya waktu tunggu sandar, sarana pendukung tak representatif dan rendahnya akses menuju pelabuhan.

Jokowi menekankan agar Lampung bisa memanfaatkan peran strategis penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

“Karena posisi Lampung berdekatan dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat, maka perlu dikembangkan juga kawasan-kawasan industri khusus. Mulai kawasan industri pengolahan berbasis sektor perikanan, pertanian, sampai berbasis pertambangan,” katanya.

Selain Gubernur Ridho Ficardo, tapat terbatas ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi.

Kemiudian Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno.