Beranda Seni Sastra Presiden Penyair Indonesia: Panggung Penyair Nusantara, Pencapaian Baca Puisi Indonesia

Presiden Penyair Indonesia: Panggung Penyair Nusantara, Pencapaian Baca Puisi Indonesia

161
BERBAGI
Sutardji Calzoum Bachri (dok otakatikotak)

TERASLAMPUNG.COM, BANTEN — Penyair Sutardji Calzoum Bachri menilai panggung Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X di Banten,15-17 Desember 2017, harus dicatat sebagai pencapaian pembacaan puisi di Indonesia.

Menurut penyair yang terkenal dengan sebutan Presiden Penyair Indonesia itu,  pemanggungan puisi oleh penyair selama dua hari pelaksanaan PPN X sangat menggembirakan.

“Mereka tampil dengam gaya yang berbeda dari masing-masing penyair.Penampilan para penyair sangat variatif, dan ini sangat menggembirakan,” ungkap Sutardji,pada penutupan panggung baca puisi pada Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X yang digelar di Taman Budaya Banten, Sabtu (16/12) malam.

Menurut Sutardji,gaya pembacaan puisi para penyair Indonesia berbeda jauh dengan cara penyair negara tetangga. Artinya, kata Sutardji, penyair di Indonesia demikian hidup dan bergairah jika membacakan puisi.

“Tapi perbedaan kegairahan ini harus disyukuri sebagai pencapaian pembacaan puisi,” katanya.

Perbedaan ini, lanjutnya, harus disyukuri sebagai anugerah.

“Karena ibarat di taman, biarkan warna-warni di atas panggung,” kata penyair yang pernah menghebohkan dengan gaya pembacaaan puisi yang khas dan ‘baru’ pada tahun 80-an itu.

Penulis antologi  puisi O,Amuk, Kapak itu mengatakan publik  tidak bisa menginginkan cara pembacaan puisi Sosiawan Leak sama dengan Iyut Fitra.

“Amien Kamil tak mungkin akan meniru penampilan Imam Maarif yang buka baju,” kata penyair berdarah Melayu Riau ini.

Sutardji menilai perkembamham pembacaan puisi di Indonesia, demikkan pesat.

TL/IS

Loading...