Beranda News Nasional Presiden SBY Ajak Masyarakat tidak Terseret Seruan ISIS

Presiden SBY Ajak Masyarakat tidak Terseret Seruan ISIS

211
BERBAGI
Prresiden SBY dalam sidang kabintet terbatas bidang politik, hukum,dan keamanan, Senin, 4 Agustus 2014. (dok Sekretariat Kabinet)
JAKARTA, Teraslampung.com –Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terseret seruan yang dikeluarkan oleh Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam di Irak dan Syria.
“Negara bertanggung jawab menyelamatkan warga negaranya, untuk tidak melakukan tindakan masing-masing yang mengancam keselamatan warga itu sendiri,” tegas Presiden SBY pada sidang kabinet terbatas bidang Polhukam di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/8).
Indonesia, kata Presiden, memiliki undang-undang, sistem dan kebijakan untuk bersikap tegas untuk melindungi rakyatnya agar tidak terombang-ambing oleh hasutan.
Presiden SBY yang didampingi Wakil Presiden Boediono menjelaskan, tidak setiap masalah yang terjadi di Timur Tengah ataupun di negara-negara Islam lainnya, merupakan persoalan agama Islam.
Lebih lanjut Presiden mengingatkan bahwa kerap kali persoalan yang terjadi tersebut, merupakan persoalan dalam negeri, yang melibatkan sesama warga Muslim.
“Kita memahami mayoritas penduduk kita Muslim, sehingga selalu setiap ada persoalan di Timur Tengah memang banyak mengundang kepedulian masyarakat kita. Namun tidak semua persoalan itu merupakan persoalan agama,” kata Presiden SBY.
Hadir dalam sidang kabinet terbatas itu antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Kapolri Jendral Sutarman, Panglima TNI Jendral Moeldoko, Jaksa Agung Basrief Arief, Menlu MArty Natalegawa, Mendagri Gumawan Fauzi, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Keuangan Chatib Basri, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Kelompok Radikal
Sebelum ini Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam di Irak dan Suriah adalah kelompok radikal yang menggunakan kekerasan untuk memperjuangkan sesuatu yang diyakini.
Ideologi ISIS, kata Lukman, bertentangan dengan Pancasila sebagaimana disampaikan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) pengikut ISIS, yang mengatakan Pancasila sebagai berhala. Karena itu, Menteri Agama (Menag) meminta umat Islam Indonesia tidak perlu terpengaruh dan ikut-ikutan.
“Mengatakan Pancasila sebagai thogut (berhala) yang harus diperangi itu sudah amat kelewat batas. Mengangkat sumpah dan berjanji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing itu bisa menyebabkan kehilangan kewarganegaraan RI,” kata Lukman Hakim Saifudin sebagaimana diunggah dalam blog pribadinya @lukmansaifudin.com, Sabtu (2/8).
Dituturkan oleh Menag, ajaran dalam Islam yaitu mengajak dan merangkul semua kalangan dengan cara dan untuk tujuan yang baik, bukan menebar ketakutan dan kekerasan.
Karena itu, lanjut Menag, untuk mengupayakan perdamaian di Irak dan Suriah, masyarakat Indonesia sebaiknya menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah. “Kita harus dukung aparat penegak hukum untuk bekerja profesional dalam menanganinya,” tuturnya.
Menag meminta organisasi Islam di Indonesia untuk menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dan dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rl/Setkab)
Loading...