Beranda Teras Berita Presiden Soal Kabut Asap di Riau: “Jangan Ada Dusta di Antara Kita…”

Presiden Soal Kabut Asap di Riau: “Jangan Ada Dusta di Antara Kita…”

229
BERBAGI
Presiden SBY dialog dengan warga di Siak. (Dok Presiden SBY)

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Siak—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar memenuhi janjinya untuk turun langsung mengatasi kasus kabut asap yang disebabkan pembakaran hutan di Riau. Dalam dialog dengan warga di SD Negeri 10 Minas Timur. Kecamatan Minas, Kabupatan Siak, Riau, Presiden SBY mengungkapkan kemasygulannya terhadap bencana kabut asap.

Sebelum berdialog dengan warga SBY meninjau titik kebakaran lahan yang terletak di depan SDN 10 Minas Timur. Pada awal dialog, Presiden SBY bertanya kepada masyarakat tentang siapa yang membakar hutan.

“Siapa yang membakar hutan? Laporkan kepada saya sekarang juga. Jangan ada dusta di antara kita, kalau di sini tidak mau sampaikan apa yang sebenarnya terjadi, maka saya akan cari tempat yang lain,” tegas Presiden SBY saat bertemu masyarakat di SDN 10 Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (16/3).

Menurut Presiden SBY, kalau hanya disebabkan cuaca panas, efek asao tidak akan seperti yang terjadi saat ini. Segala upaya untuk memadamkan api akan sia-sia jika masih ada yang membakar. Namun kemudian mereka marah kepada pemerintah pusat.

“Ini ada pembakaran. Saya benar-benar ingin tahu dari saudara-saudara mengenai apa yang sebetulnya terjadi,” kata Presiden SBY

Menurut Kepala Negara, jika permasalahan asap di Riau bisa teratasi dalam jangka waktu satu minggu, waktu selanjutnya digunakan untuk mencari solusi agar musibah yang sama tidak kembali terjadi.

“Karena asap ini, masyarakat Riau yang susah, biaya yang kita keluarkan besar. Singkatnya, rakyat menjadi korban api dan asap karena ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutur Presiden SBY.

“Saya memperoleh banyak informasi tentang apa yang terjadi Riau ini. Tujuan saya datang ke sini untuk mengecek langsung semuanya,” Presiden SBY menambahkan.

 Sebelumnya, pada Sabtu sore (15/3), Presiden SBY menginstruksikan kepada TNI, Polisi, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memadamkan titik api dalam waktu tiga minggu.

“Termasuk normalisasi kegiatan sehari-hari masyarakat, biang keladi segera dicari,” tandas Presiden SBY saat memimpin operasi tanggap darurat pemadaman asap di Riau, Sabtu (15/3) sore.

“Padamkan api dan asap. Kalian prajurit TNI dan Polri, sanggup kalian?” tanya Presiden SBY kepada para prajurit TNI dan Polri yang diberi tugas dalam operasi tanggap darurat terpadu bencana asap.

“Sanggup!” teriak mereka.

Selama berada di Riau, Presiden Susilo Bambang bertemu dengan pimpinan perusahaan pengguna lahan untuk membicarakan cara-cara selain pembakaran hutan guna menggarap lahan. Selain itu, Presiden SBY juga bertekad akan segera merumuskan keputusan strategis selama dua hari kedepan agar bencana asap yang dinilai telah banyak merugikan negara dan masyarakat ini tidak terulang kembali.
 •

Loading...