Beranda Hukum Kriminal Pria Bejat Ini Cabuli Siswi SMP Setelah Cekoki Korban Minuman Campur Pil...

Pria Bejat Ini Cabuli Siswi SMP Setelah Cekoki Korban Minuman Campur Pil Penenang

404
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin | Teraslampung.com 

BANDARLAMPUNG — Diduga mencabuli siswi SMP, Sigit (24), warga Kelurahan Way Lunik, Panjang, Bandarlampung dibekuk petugas gabungan Direktorat Reserse Kriminal umum bersama Polsekta Kedaton  Selasa (10/10/2017) lalu.

Polisi menangkap pria yang bekerja sebagai buruh tersebut, lantaran mencabuli remaja dibawah umur berinisial Di (14), siswi SMP warga Bandarlampung dengan modus mencekoki minuman yang sudah dicampuri dengan pil penenang.

Direktur Reserse Kriminal Polda Lampung, Kombes Pol Heri Sumarji mengatakan, peristiwa pencabulan tersebut bermula pada Rabu (27/9/2017) lalu ketika korban Di (14), diajak oleh taman sekolahnya berinisial Li untuk pergi bermain sekitar pukul 14.30 WIB. Tersangka Sigit menjemput kedua remaja yang masih duduk dibangku sekolah SMP tersebut, saat berada tidak jauh dari sekolahnya di daerah Tanjungsenang, Bandarlampung.

“Tersangka Sigit mengajak korban Di dan rekannya Li pergi ke daerah Padangcermin, Pesawaran. Alasan tersangka mengajak keduanya karena ada keperluan, tapi dalam perjalanan Li minta diturunkan dari sepeda motor. Sigit dan korban Di melanjutkan perjalanan menuju ke Padangcermin,”ujarnya, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, korban kenal dengan tersangka Sigit, setelah dikenalkan oleh temannya yang terlebih dulu kenal dengan tersangka melalui media sosial.
Mantan Kapolres Bandara Soetta ini mengutarakan, sesampainya di daerah Padangcermin, tersangka Sigit membawa korban Di menuju ke sebuah pondokan di Pantai Mutun.

Di tempat itu, tersangka kemudian Sigit memberikan minuman teh kepada korban Di. Taklama berselang setelah korban minum teh yang diberi oleh tersangka, korban langsung tidak sadarkan diri.

“Melihat korban tak sadarkan diri, saat itulah tersangka Sigit langsung mencabuli korban sebanyak satu kali. Dari pengakuan tersangka, minuman teh itu sengaja sudah dicampuri dengan obat berupa pil penenang,”ungkapnya.

Setelah puas mencabuli korban, kata Heri, tersangka Sigit membawa korban menuju ke rumah rekannya. Karena merasa ketakutan dan tidak berani pulang, korban Di akhirnya memutuskan untuk menginap di rumah rekannya tersebut. Orangtua korban yang khawatir lantaran anaknya tidak pulang, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Kedaton.

Dari hasil penyelidikan, kali terakhir korban Di diketahui pergi bersama rekannya Li seusai pulang sekolah. Selanjutnya, petugas melakukan penelusuran dan mendapatkan informasi kalau Di diajak pergi dengan Sigit ke Padangcermin, Pesawaran.

“Petugas menangkap tersangka Sigit, setelah memancing tersangka untuk bertemu dengan rekan korban Li di daerah Tanjungsenang, Bandarlampung. Begitu datang, petugas langsung menangkap Sigit tanpa ada perlawanan. Usai menangkap Sigit, petugas mencari keberadaan Di dan korban berhasil ditemukan di rumah temannya,”jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Sigit harus mendekam di jeruji besi sel tahanan Mapolda Lampung dan tersangka dijerat Pasal 332 KUHP tentang melarikan anak dibawah umur, Pasal 76 d UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.