Pria Ini Mencuri Sepeda Motor karena Perlu Uang Persalinan Istrinya

  • Bagikan
Dua tersangka pencuri sepeda motor asal Pesawaran saat diperiksa di Polsek Kedaton, Bandarlampung, Selasa (13/12/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka pencurian sepeda motor, Firman Yulilah (23), mengakui bahwa dirinya sudah 14 kali melakukan pencurian motor di beberapa TKP di wilayah Kota Bandarlampung bersama tersangka Yoga yang merupakan saudara sepupu istrinya. Firman mengaku terpaksa mencuri karena sedang  menganggur, sementara istrinya hendak bersalin.

“Saya menganggur dan butuh uang, makanya saya nekat mencuri motor.
Uang dari hasil jual motor curian itu, mau saya gunakan untuk keperluan persiapan istri saya melahirkan yang saat ini sedang hamil empat bulan,”ucapnya, Selasa (13/12/2016).

Dikatakannya, saat melakukan aksinya, bahwa dirinya yang bertugas memetik motornya langsung dengan menggunakan kunci ganda dan kunci letter T. Sedangkan Yoga, menunggu diatas motor mengawasi situasi sekitar.

Setelah motor didapat, kata Firman, ia menjual motor hasil curian tersebut kepada kakak iparnya Muji dan tetangganya Nurmin. Namun sebelum dijual, ia membongkar sebagian bodi motor lalu mengecatnya dengan warna lain dan mengganti plat nomor kendaraan dengan plat palsu.

“Ya sebelum saya jual, motor hasil curian itu saya rubah warna cat yang asli dengan warna lain dengan cat pylok. Plat kendaraannya juga saya ganti dengan yang palsu, saya merubah semuanya di rumah,”jelasnya.

Sementara tersangka Yoga mengaku, saat beraksi perannya hanya sebagai joki mengawasi situasi sekitar, dari hasil penjualan motor curian dirinya hanya dikasih uang sebesar Rp 100 ribu dengan Firman.

“Saya cuma dikasih uang Rp 100 ribu saja, uangnya saya habiskan untuk beli rokok dan jajan,”ungkapnya.

Sedangkan tersangka Muji (30) yang merupakan kakak ipar tersangka Firman mengakui, bahwa dirinya baru empat kali menjual sepeda motor hasil curian tersebut, ke daerah Way Rate, Padang Cermin, Pesawaran.

“Ada empat motor yang saya jual, satu unit motor saya jual Rp 1,8 juta hingga Rp 2,5 juta,”ucapnya.

Awalnya tersangka Muji bekilah, bahwa dirinya tidak mengetahui kalau motor yang dijualnya tersebut adalah hasil curian. Setelah ditanya dengan petugas, Muji mengaku mengetahui bahwa motor yang dijual adik iparnya Firman kepada dirinya adalah sepeda motor hasil curian.

Para tersangka juga mengaku, baru satu kali terlibat dalam sindikat aksi pencurian sepeda motor, dan mereka juga bukanlah seorang residivis.

Diketahui, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Kedaton, meringkus dua tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) dan penadah hasil curian. Polisi menangkap para tersangka di tempat berbeda, pada Senin (12/12/2016).
Tersangka eksekutor pencurian, dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Para tersangka yang ditangkap adalah, Firman Yulilah (23) dan Yoga Wahyudi (17) keduanya tersangka pencurian sepeda motor. Kemudian tersangka Muji (30) dan Nurmin (54) keduanya sebagai penadah barang hasil curian. Keempat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, warga Gedong Tataan, Kecamatan Pesawaran.

Dari penangkapan para tersangka, petugas menyita barang bukti enam unit sepeda motor hasil curian dan satu unit motor milik tersangka. Selain itu juga, petugas menyita 14 plat kendaraan motor, beberapa body motor dan peralatan kunci yang dipakai untuk merubah bodi motor milik para korban.

  • Bagikan