Beranda News Nusantara Pria Penginjak Quran dan Pengunggah Fotonya di Facebook Ditangkap Polisi

Pria Penginjak Quran dan Pengunggah Fotonya di Facebook Ditangkap Polisi

4735
BERBAGI
Kapry ketika diperiksa petugas Polres Pasaman Barat, Rabu (15/6).

TERASLAMPUNG.COM — Pria yang diduga sebagai pelaku pengingak-injak Al Quran akhirya ditangkap petugas Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (15/6).

Pria muda bernama  Kapry Nanda itu ditangkap polisi setelah foto dirinya menginjak Quran di sebuah musala ia pamerkan di Facebook. Hanya beberapa jam setelah foto itu diunggah di Facebook, cacian pun mengarah kepadanya. Foto tersebut memicu kemarahan warga Bonjol, Pasaman Barat, sehingga banyak warga Bonjol berusaha mencarinya.

Selain Kapry, polisi juga menangkap seorang temannya yang memasukkan foto Kapry sedang menginjak Quran ke media sosial Facebook, Andri (21).

Kasatreskrim Pasaman Barat AKP Rico Fernando mengatakan keduanya dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan selama lebih kurang dua jam.

“Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).” Pasal 28 Ayat 2 UU No.11 Tahun 2008. Ancaman hukuman maksimal yaitu 6 tahun penjara.

Kapry bersama ayahnya di Polres Pasaman Barat, Rabu (Foto: Galib Firdaus/Istimewa)
Kapry bersama ayahnya di Polres Pasaman Barat, Rabu (Foto: Galib Firdaus/Istimewa)

AKP Rico mengatakan KN dan A memiliki peran yang berbeda sehingga foto yang sudah dibagikan lebih dari 10 ribu orang itu tersebar luas. “KN perannya upload foto sementara A yang memoto,” ujarnya.

Digunakannya UU ITE, sebut AKP Rico, sebab saat pemeriksaan tidak ditemukan unsur kesengajaan mengupload foto.

“Setelah difoto, tersangka KN mengirim foto lewat bluetooth. “Mereka tidak tahu akan berujung seperti ini,” ujarnya.

Wali Nagari Sungai Auna, Pasaman Barat, Erwin Lubis, mengatakan sebelum diperiksa di Mapolres Pasaman Barat, pada Rabu pagi pihaknya menggelar pertemuan dengan dua pelaku dan di Kantor Walinagari Sungai Air. Selain untuk mendengarkan keterangan Kapry dan Andri, pertemuan juga untuk  mengantisipasi amukan massa terhadap pelaku.

Kapry doperiksa polisi
Kapry diperiksa di Mapolres Pasaman Barat.

Pertemuan dihadiri Wakapolres Kompol Rendra Eko Cahyono, Kepala Satuan Intelkam AKP Muzhendra, Camat Sungai Air Saifuddin, Walinagari Sungai Aua Erwin Lubis, dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Dalam pertemuan itu pelaku mengaku seolah-olah menginjak Alquran hanya untuk iseng-iseng dan tidak ada niat menistakan agama. Kami  hanya mendengarkan keterangan pelaku. Proses hukum pihak kepolisian yang menanganinya,” kata Erwin.

Usai melakukan pertemuan di kantor walinagari, pelaku langsung dibawa Polres Pasaman Barat untuk diperiksa lebih jauh.

Dalam gambar yang beredar luas tersebut Kapry memperagakan seolah menginjak Alquran dan difoto temannya yang bernama Andri dengan maksud bercanda dan main-main.

Menurut pengakuan yang bersangkutan, Alquran belum sampai di injaknya. Foto tersebut kemudian diunggah ke media Facebook dengan tulisan “Jangan Tiru Adegan Ini Bro”.

Foto Kapry menginjak Quran yang tersebar luas di Facebook.
Foto Kapry menginjak Quran yang tersebar luas di Facebook.

Aksi Kapry itu mengundang kemarahan  warga Bonjol Pasaman Sumatera Barat. Foto yang sudah menyebar luas di dunia maya itu dinilai mencoreng muka orang Sumatera Barat termasuk orang Bonjol yag dikenal agamis.

Foto tersebut di upload oleh akun Facebook Kapry Nanda, yang membuat tempat asalnya adalah Bonjol, Pasaman. Dalam foto tersebut, dengan jelas ia memperlihatkan sedang menginjak Al Quran dalam musala.

Para netizen kemudian ‘berburu’ data tentang Kapry Nanda dan menemukan data bahwa Kapry tempat tinggalnya di Nagari (Desa) Sungai Aur, Kecamatan Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat.

Loading...