Pria 63 Tahun Asal Metro Tewas di City Spa

  • Bagikan
City Spa di Jalan Diponegoro, Kupang Teba, Teluk Betnng Utara, Bandarlampung

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG —Seorang pria  diketahui bernama,  Tan Fut Ming (63) , warga RT 035/RW 014, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat ditemukan tewas di City Spa , yang terletak di  Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Kupang Teba, Telukbetung Betung Utara, Bandar Lampung, Minggu (10/1), sekitar pukul 15.30 WIB.

Munurut seorang saksi, seorang  warga sekitar yang  enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa ada seorang  tamu di City Spa  yang meninggal, setelah dirinya melihat adanya mobil ambulans dan beberapa anggota polisi berpakain  preman datang ke tempat tersebut.

“Awalnya saya juga tidak tahu kalau ada yang meninggal di City Spa itu, tahunya saat ada ambulan datang dan langsung masuk ke parkiran belakang gedung City Spa, baru tak lama kemudian polisi juga datang,”ungkapnya kepada teraslanpung.com di lokasi kejadian, Minggu sore(10/1).

Saksi mengatakan orang yang meninggal di City Spa tersebut adalah seorang laki-laki. Namun ia tidak mengetahui identitas dari orang tersebut, laki-laki tersebut adalah tamu atau pengunjung yang memang sudah biasa datang ke City Spa.

“Informasi yang saya dapat dari pegawai City Spa tadi, laki-laki itu memang tamu langganan di City Spa yang biasa untuk pijat. Ketika mau perawatan, tiba-tiba dia (korban) meninggal. Katanya sih karena sakit, saat ini jasadnya masih berada di dalam,”ungkapnya.

Dari pantauan teraslampung.com, beberapa petugas dari Polsekta Telukbetung Utara berada dilokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara. Terlihat juga satu mobil jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tjokro Dipo masuk ke halaman parkir belakang City Spa. Namun ketika awak media ingin mengambil gambar dan masuk kedalam untuk mencari informasi tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam.


BACA: Tan Diduga Tewas di City Spa Saat akan Dipijat

Sekitar pukul 17.00 WIB jasad korban dibawa menggunakan mobil ambulans dan mobil Suzuki APV warna hitam keluar dari halaman parkir belakang City Spa melalui jalan belakang. Sepertinya ada yang ditutupi, atau disembunyikan dengan kematian korban tersebut.

Selanjutnya, teraslampung.com mencoba mencari informasi keberadaan korban tersebut, dengan mendatangi RSUD Tjokro Dipo Kota Bandarlampung dan RUmah Sakit Umum Abdoel Muluk Jasad korban tidak ada di dua Rumah Sakit Tersebut.

Kemudian teraslampung.com mendatangi Mapolresta Bandarlampung untuk mendapatkan informasinya, dari beberapa petugas yang ditemui teraslampung.com, enggan memberikan informasi dan tanggapannya. Dengan alasan, bahwa hal tersebut bukanlah wewenangnya untuk memberikan
tanggapannya.

“Maaf mas itu bukan wewenang saya, silahkan tanyakan saja langsung sama pak Kasat Reskrim,” ujar petugas.

Kapolsekta Telukbetung Utara, Kompol Sugianto saat dikonfirmasi melalui ponselnya, membenarkan adanya korban yang meninggal dunia di tempat tersebut. Namun pihaknya enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait dengan kematian korban tersebut, karena masalah tersebut ditangani langsung oleh Polresta Bandarlampung.

“Benar ada yang meninggal sore tadi di City Spa, tapi kami belum mengetahui penyebab kematiannya. Silahkan konfirmasikan saja ke Polresta, sebab yang menanganinya adalah Polresta,”ujarnya, Minggu malam (10/1).

Sementara Informasi didapatkan, sekitar pukul 18.300 WIB jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung. Ternyata korban yang meninggal di City Spa tersebut, diketahui bernama Tan Fut Ming (63) warga RT 035/RW 014, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat. Identitas korban dapat diketahui dari pegawai Rumah Sakir Abdoel Morloek.

Tampak terlihat juga beberapa kerabat korban, menjemput jasad Tan dan selanjutnya dibawa pulang ke Kota Metro.

Hingga berita ini diturunkan  belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Namun, menurut keterangan salah seorang pegawai RSUAM, ditubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tan diduga meninggal, lantaran sakit saat akan pijat di City Spa. Pihak keluarga korban, enggan untuk dilakukan outopsi terhadap jasad korban.

  • Bagikan