Prof. Sudjarwo Sesalkan Kebijakan SMPN 44 Bandarlampung

  • Bagikan
Guru Besar FKIP Unila, Prof. Dr. Sudjarwo

TERASLAMPUNG.COM — Pakar  pendidikan FKIP Universitas Lampung, Prof. Dr. Sudjarwo, menyesalkan kebijakan yang dilakukan SMPN 44 Bandarlampung yang meminta siswanya untuk membeli baju serta perlengkapan sekolah lainnya serta buku modul di tengah masa pandemi Covid-19.

BACA: SMPN 44 Bandarlampung Diduga Melanggar Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016

“Sebagai orang yang memperhatikan dunia pendidikan saya sangat prihatin, jika informasi ini benar. Janganlah orang sudah jatuh ditimpa tangga,” ungkapnya kepada teraslampung.com melalui aplikasi WhatsApp, Kamis, 19 Agustus 2021.

Menurutnya  pada masa pandemi Covid-19 sekolah seharusnya memahami kondisi ekonomi orang tua murid bukan malah keuntungan dengan cara menjual baju, kaus, serta buku modul.

“Justru sekolah mestinya paham akan kesulitan hidup masyarakat saat ini. Jangan mencari ikan dengan mengeruhkan air-nya,” ungkapnya.

Sebelumnya para orang tua murid SMPN 44 Bandarlampung terutama yang masuk sekolah melalui jalur Bina Lingkungan mengeluh dengan kebijakan sekolah yang menjual baju muslim, kaus olah raga, baju batik dan lainnya yang nilainya Rp600 ribu lebih serta buku modul sebanyak 12 buah yang harganya Rp120 ribu.

Sebagai pembanding, di tempat terpisah Plt Kepala SMPN 16 Suyoso mengungkapkan sekolahnya berupaya tidak mau memberatkan para orang tua didik dengan cara menjual baju dan lain sebagainya.

“Kami tidak meminta para orang tua membeli baju atau kaus olah raga dan pernak-pernik sekolah juga buku karena saat ini kan belajar masih daring belum tatap muka,” katanya.

“Untuk bahan belajar para murid kami siapkan bahan belajar di portal belajar yang kami upload di web sekolah, murid tinggal mengunduh dan bahan belajar itu sama dengan belajar tatap muka,” jelas Plt Kepala SMPN 16 Suyoso.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan