Beranda Teras Berita Partai Nasdem: Merestorasi Indonesia

Partai Nasdem: Merestorasi Indonesia

17
BERBAGI
Sejarah Partai Nasdem
Kongres 
I Partai NasDem yang digelar pada 25-26 Januari 2013 di Jakarta
menjadi tonggak sejarah perjalanan Partai NasDem. Berbagai keputusan penting
dikeluarkan dalam kongres ini. Satu di antaranya ialah memilih dan menetapkan Surya
Paloh sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem periode 2013-2018. Ibarat
perahu, layar telah terkembang, lengkap dengan nakhoda dan awak kapal.
Keputusan tersebut diambil pada sidang pleno
pertama tanggal 25 Januari 2013 sekitar pukul 23.00 WIB. Seluruh 33 Dewan
Pimpinan Wilayah (DPW), 497 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan empat organisasi
sayap (Gerakan Massa Buruh, Liga Mahasiswa, Badan Avokasi Hukum, dan Petani
NasDem), bersatu suara memercayakan Surya Paloh menjadi nakhoda Partai NasDem
selama lima tahun.
Kongres juga memberi mandat penuh kepada Surya
Paloh untuk menyusun kepengurusan dan perangkat partai. Amanah kongres ini
harus selesai selambat-lambatnya 14 hari sejak Surya Paloh terpilih secara
aklamasi sebagai Ketua Umum.
Bukan cuma itu, Kongres juga memberi mandat
penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat di bawah kepemimpinan Surya Paloh untuk
menetapkan strategi dan kebijakan guna memenangi Pemilihan Umum Legislatif
2014.
Mengapa Kongres memberikan mandat penting itu
kepada Surya Paloh? Pasalnya, Pemilu 2014 sudah di depan mata. Oleh sebab itu,
Kongres memandang, rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) merupakan bagian
penting dan strategis dalam upaya memenangi Pemilu 2014.
Kongres I Partai NasDem saat itu diikuti 66
orang yang mewakili 33 DPW, 994 orang mewakili 497 DPD, 9 orang mewakili
Majelis Tinggi, dan 2 orang anggota Dewan Pakar. Selain peserta yang memiliki
hak suara, Kongres juga dihadiri 800 orang peninjau yang datang dari seluruh
penjuru Indonesia.
Dalam pidatonya setelah terpilih menjadi ketua
umum, Surya Paloh antara lain menjelaskan, jabatan ketua umum bukanlah kredit
poin. Pasalnya, Surya Paloh-lah yang mendirikan Partai NasDem dan sempat
menjadi Ketua Majelis Tingggi Partai NasDem, sejak partai ini didaftarkan ke
Kementerian Hukum dan HAM. Sebelum Surya Paloh terpilih secara resmi menjadi
ketua umum Partai NasDem, adalah Patrice Rio Capella yang dipercaya sebagai
ketua umum.
Kongres I Partai NasDem 25-26 Januari 2013
disebut Surya Paloh sebagai tonggak sejarah partai ini dalam melakukan gerak
dan langkah ke depan untuk melakukan perubahan melalui gerakan Restorasi
Indonesia.
Partai ini, demikian Surya Paloh, harus mampu
memberi catatan dengan tinta emas dalam lembaran perjalanan partai-partai politik
di Indonesia. Meskipun baru, Partai NasDem telah membuat prestasi yang luar
biasa. Prestasi luar biasa yang dimaksudkan Surya Paloh adalah partai ini telah
memiliki visi dan misi yang konkret (Restorasi Indonesia), sementara itu
orang-orang yang ada di dalamnya memiliki kemampuan yang luar biasa, baik
prestasi, maupun militansinya dalam melakukan gerakan perubahan.
Surya Paloh lalu menunjuk Rio Capella yang
berhasil memimpin partai hingga menggelar kongres partai yang pertama pada
25-26 Januari 2013. Jika kemudian Rio Capella menyerahkan kepemimpinan partai
periode berikutnya kepada Surya Paloh, “Amanah kongres ini merupakan
kepercayaan yang harus saya pertanggungjawabkan,” kata Surya Paloh.


Prakongres I: Deklarasi Partai NasDem

Partai NasDem sendiri dideklarasikan
kelahirannya pada tanggal 26 Juli 2011 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.
Deklarasi Partai NasDem hanyalah salah satu tahapan dari satu rangkaian proses
panjang perjalanan partai ini.
Guna mendapatkan status resmi sebagai badan
hukum, Partai NasDem didaftarkan ke Kemeterian Hukum dan Hak-hak Asasi Manusia
pada bulan Maret 2011.
Kelahiran Partai NasDem tidak bisa dipisahkan
lepas dari visi dan misi utama organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional
Demokrat, yaitu menggalang Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.
Lolos Verifikasi Administrasi

Setelah resmi menjadi partai, NasDem terus
berupaya memenuhi persyaratan sebagaimana telah diatur dalam undang-undang
untuk menjadi partai peserta pemilu.
Bersama dengan 46 parpol yang mengajukan diri
ikut Pemilu 2014, Partai NasDem mengajukan berkas administrasi kepartaian ke
Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada verifikasi awal terdapat 34 parpol yang lolos
dari total 46 parpol yang mendaftar sebagai peserta Pemilu 2014 di KPU. Satu di
antaranya yang lolos verifikasi administrasi adalah Partai NasDem.
Setelah melakukan verifikasi administrasi atas
34 parpol yang berniat ikut Pemilu 2014, KPU pada hari Minggu 28 Oktober 2012
malam, akhirnya mengumumkan hasil verifikasi administrasi. KPU menyatakan ada
16 partai yang lolos maju ke tahap verifikasi faktual dan 18 partai gugur.
Dari 16 parpol yang dinyatakan lolos verifikasi
administrasi, KPU menilai Partai NasDem lolos verifikasi administrasi dengan
kualifikasi terbaik. Parpol yang lolos verifikasi administrasi, berhak
mengikuti verifikasi faktual. Verifikasi faktual adalah tahap verifikasi
langsung KPU ke lapangan untuk mengecek infrastruktur parpol di setiap daerah
disesuaikan dengan hasil verifikasi administrasi.
Lolos Verifikasi Faktual

Senin 7 Januari 2013 merupakan hari yang
mendebarkan bagi Partai NasDem. Pasalnya, hari itu KPU mengumumkan hasil
verifikasi faktual dan menyatakan Partai NasDem lolos dalam memenuhi
persyaratan verifikasi faktual tingkat pusat sebagaimana diatur dalam UU Pemilu
Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu. Partai NasDem memenuhi semua syarat verifikasi
faktual di seluruh provinsi.
VISI DAN MISI
Visi 

Mengembalikan tujuan bernegara yang termaktub
dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, yakni Negara yang Merdeka, Bersatu,
Berdaulat, Adil dan Makmur.
Misi

Menggalang kesadaran dan kekuatan masyarakat
untuk melakukan Gerakan Perubahan melalui Restorasi Indonesia. 
Restorasi Indonesia adalah gerakan memulihkan, mengembalikan, serta memajukan fungsi
pemerintahan Indonesia kepada cita-cita Proklamasi 1945, yaitu melindungi
segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
berbangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Visi dan misi di atas disusun berdasarkan
Manifesto Partai NasDem saat pendeklarasian partai ini pada 26 Juli 2011.Isi
lengkap Manifesto Partai NasDem adalah sebagai berikut: 
“Negara diadakan untuk menjalankan mandat yang
tertuang dalam konstitusi Undang Undang Dasar 1945. Mandat untuk menjadikan
manusia Indonesa yang adil, makmur, dan sejahtera, merdeka sebagai negara,
merdeka sebagai rakyat.
Merdeka yang kami maksud berarti kebutuhan rakyat terpenuhi,
tidak hanya berhenti sebagai jargon-jargon politik, indah didengar, namun tidak
pernah mewujud. Di sinilah Negara Indonesia yang merdeka, memiliki kewajiban
untuk menjamin terpenuhi hak dan kebutuhan rakyatnya, termasuk melindungi jika
hak-hak itu dilanggar.
Kita patut berbangga dan bersyukur karena
reformasi telah mengeluarkan kita dari kubangan kediktatoran. Namun, pada saat
yang sama, reformasi juga tidak menawarkan arah yang jelas ke mana bangsa ini
akan menuju. Demokrasi terjebak dalam
prosedur-prosedur yang tidak berkontribusi langsung pada kesejahteraan rakyat.
Demokrasi berjalan tanpa bimbingan. Ideologi
politik tanpa program politik yang konsisten dan pada akhirnya menjauhkan
negara dari mandat konstiusionalnya.
Kami menolak demokrasi yang sekadar merumitkan
tata cara berpemerintahan tanpa mewujudkan kesejahteraan umum. Kami menolak
demokrasi yang hanya melahirkan rutinitas sirkulasi kekuasaan tanpa kehadiran
pemimpin yang berkualitas dan layak diteladani. Kami menolak demokrasi tanpa
orientasi kepada publik. Kami menolak negara yang
meninggalkan perannya dalam pemenuhan hak warga negara.
Kami mencita-citakan demokrasi Indonesia yang matang yang menjadi tempat persandingan keberagaman dan kesatuan,
dinamika dengan ketertiban, kompetisi dengan persamaan dan kebebasan dengan
kesejahteraan.
Kami mencita-citakan demokrasi berbasis warga negara
yang kuat, yang terpanggil untuk merebut satu masa depan yang gemilang dengan
keringat dan tangan sendiri. Kami berdiri atas nama gagasan sosial demokrasi
yang mengedepankan kehadiran negara dalam pemenuhan hak-hak warga negara. Kami
berdiri untuk membangun politik warga negara, keberagaman sesuai dengan prinsip
Bhineka Tunggal Ika.
Partai NasDem berdiri untuk merestorasi cita-cita Republik Indonesia.
Kami mengusung mandat konstitusi untuk membangun satu negara kesejahteraan
berdasarkan prinsip demokrasi ekonomi, negara hukum yang menjujung tinggi
hak-hak asasi manusia, dan negara yang mengakui keberagaman sesuai dengan
prinsip Bhineka Tunggal Ika.
Partai NasDem lahir sebagai keharusan sejarah.
Kami lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa dan lahir sebagai
jawaban atas kekosongan politik gagasan pascareformasi. Kami berdiri tegak
dengan semangat kebangsaan yang kuat, untuk mewujudkan Indonesia yang adil,
makmur, sejahtera dan berdaulat melalui Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.
Partai NasDem adalah perwujudan dari nasionalisme kebangsaan, kedaulatan
nasional yang bertumpu pada masyarakat yang sejahtera, kekuatan yang demokratik
seluruh komponen bangsa, kemandirian ekonomi, dan negara bangsa yang memiliki
martabat dalam pergaulan internasional.
Kami persembahkan Partai NasDem untuk seluruh
rakyat Indonesia, untuk bangsa dan tanah air yang kami cintai hingga akhir
hayat.”


Sumber.www.nasdem.org