Beranda News Pusiban Program Gerbang Saburai Ditargetkan Hapus Status 380 Desa Miskin di Lampung

Program Gerbang Saburai Ditargetkan Hapus Status 380 Desa Miskin di Lampung

279
BERBAGI
Gubernur Ridho Ficardo menyerahkan bantuan pada acara pencanangan Program Gerbang Desa Saburai di Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, Lampung  Selatan, Kamis (17/12/2015). Foto: Gede Setiyana

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Program Gerbang Desa Saburai yang digulirkan Gubernur Ridho Ficardo ditargatkan bisa mengatasi kemiskinan di 380 dalam waktu empat tahun ke depan. Penegasan itu diungkapkan Ridho ketika mencanangkan Program Gerbang Desa Saburai di Desa Gedung Harapan, Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis (17/12/2015).

“Dalam waktu 3-4 tahun ditargetkan sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Lampung. Program ini digulirkan karena saat ini masih ada  380 desa miskin di Lampung,” katanya.

Menurut Gubernur, Program Gerbang Desa Saburai juga merupakan langkah untuk memangkas kesenjangan kesejahteraan yang ada di Lampung yang cukup mengkhawatirkan.

“Program ini menjadi unggulan Pemprov Lampung karena salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah adalah menurunkan kemiskinan dan Memangkas kesenjangan yang ada di masyarkat,” kata Ridho.

Ridho mengaku Gerbang Desa Saburai atau Gerakan Membangun Desa Sai Bumi Ruwa Jurai adalah langkah yang dia tiru dari beberapa provinsi yang sukses membangun Desa-desanya salah satunya Provinsi Bali.

“Gerbang Desa secara jujur kita adaptasi dari Provinsi Bali. Karena Bali salah satu yang berhasil mengurangi desa tertinggal. Saya kirim SKPD terkait untuk belajar disana dan diterapkan di Lampung,” katanya.

Menurut  Ridho  Gerbang Desa Saburai  pada tahap awal saja sudah cukup memuaskan. Bahkan, program ini sudah jadi perhatian pemerintah pusat dengan pemberian penghargaan kepada Pemprov Lampung.

Pada awal pencanangan ada 30 desa yang menerima bantuan Gerbang Desa Saburai. Bantaun disesuaikan dengan Indeks Kemajuan Desa yang dikeluarkan oleh BPS.

Pada 2016 kuota Gerbang Desa ditambah Pemprov Lampung menjadi 100 Desa. Dan ditargetkan Desa-desa akan mandiri pada 3-4 tahun mendatang.

Berdasarkan data Teraslampung, Provinsi Lampung pernah menggulirkan program pengentasan kemiskinan dalam bentuk pemberian bantuan dana kepada desa yang masuk kategori tertinggal. Antara lain Program Desaku Maju Sakai Sambayan (DMSS) pada era Gubernur Oemarsono, Program Revitalisasi Kampung Tua di era Gubernur Sjachroedin ZP.