Beranda Pendidikan Program Kuota Internet Harga Terjangkau untuk Madrasah Diperpanjang

Program Kuota Internet Harga Terjangkau untuk Madrasah Diperpanjang

238
BERBAGI
Anak sekolah belajar daring di rumah. Foto: dok MA Plus Randu Dongkal, Pemalang

TERASLAMPUNG.COM — Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang program penyediaan kuota internet dengan harga terjangkau untuk para siswa madrasah. Program untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) kerjasama dengan  empat provider pulsa (Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri) itu sudah selesai Juli 2020. Namun, diperpanjang hingga 31 Desember 2020.

“Program yang awalnya berlangsung hanya untuk bulan Juli, diperpanjang hingga 31 Desember 2020,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar, Selasa (4/8/2020).

Umar mengatakan, hasil evaluasi satu bulan pertama menunjukkan bahwa  program ini cukup mendukung institusi madrasah dalam menerapkan n kegiatan belajar mengajar secara online.

“Perpanjangan sinergi strategis ini diharapkan dapat terus memudahkan akses pembelajaran siswa sekaligus meringankan beban orang tua dalam menghadapi dampak ekonomi pandemi Covid-19,” kata dia.

Menurut Umar, kuota dengan harga terjangkau tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia. Semua tingkat madrasah, menurutnya dapat menerima manfaat dari program tersebut, mulai dari tingkatan Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Ada sejumlah pilihan besaran kuota mulai dari 10 GB seharga Rp40.000 hingga 50GB seharga Rp100ribu dengan masa aktif 30 hari. Khusus untuk Tri, ada pilihan dari 6GB sampai 117 GB dengan rentang harga 39ribu sampai 117ribu.

Bagi pengelola madrasah yang ingin mendapatkan manfaat dari program Penyediaan Kuota Terjangkau ini, baik untuk pengajar, tenaga pendidikan maupun pelajar, dapat mengakses informasi lebih lanjut dan mengajukan pendaftaran melalui https://madrasah.kemenag.go.id/bantuankuotaterjangkau/

Umar menambahkan, hasil evaluasi pemanfaatan e-learning madrasah, masih ada sejumlah madrasah yang mengalami kendala server. Akibatnya, mereka kesulitan menggunakan aplikasi e-learning madrasah.

“Sebagai solusi, kami telah menggandeng telkomsigma untuk memberikan layanan cloud server sehingga madrasah dapat dengan mudah mengoptimalkan pembelajaran daring yang lebih sistematis dan menyenangkan,” kata Umar.