Program Padat Karya Diluncurkan, 16 Perusahaan Siap Rekrut 121.285 Pekerja

Bagikan/Suka/Tweet:
Presiden Jokowi didampingi Kepala BKPM dan Gubernur Banten meluncurkan 16 investasi padat karya, di Balaraja, Tangerang, Banten, Senin (5/10) siang

JAKARTA, Teraslampung.com — Sebanyak 16 perusahaan asing dan dalam negeri siap menanamkan investasinya untuk proyek padat karya yang digulirkan pemerintah Indonesia. Ke-16 perusahaan tersebut setidaknya akan merekrut 121.285 tenaga kerja dalam kurun waktu 2015-2019 mendatang.

Presiden Joko Widodo menyambut baik komitmen 16 perusahaan tersebut. Menurut Presiden Joko Widodo, dari 16 perusahaan ini, tahun 2015 ada 26.780 orang yang direkrut pada tahun ini, sedangkan  tahun 2016 ada 47.000 yang akan ditambahkan.

“Saat ini hanya 16 perusahaan yang tadi saya sebut, nanti, sebentar lagi, 2-3 minggu lagi kita akan sampaikan, berapa rekrutmen dari sekian perusahaan yang lain. Urut terus setiap bulan akan saya sampaikan,” kata Presiden Jokowi, saat melunfcurkan program “Investasi Padat Karya Untuk Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia”, di lokasi pabrik PT Adis Dimension Footwear, di Balaraja Barat, Tangerang, Banten, Senin (5/10) siang.

Presiden Jokowi berharap peresmian 16 investasi pada karya itu memberikan optimisme.

Presiden Jokowi meminta media tidak hanya memberitakan PHK. “Jangan yang diberitakan hanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Kalau saya tanya, coba cari mana yang PHK. Suruh cari Kepala BKPM, tidak ketemu. Kalau ada, saya sampaikan, kesulitannya apa tolong sampaikan kepada Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, Kepala BKPM,” katanya.

Presiden Jokowi meyakini, pada semester II ini semoga pertumbuhan ekonomi sudah naik, negara yang lain anjloknya lebih dari satu, lebih dari 1,5, kita akan turun 0,3. Ia menyebutkan, baru dua hari yang lalu dirinya diberikan data dan laporan, bahwa kelihatan sudah ada kenaikan pertumbuhan ekonomi, karena belanja BBM, APBD Propinsi, APBD Kabupaten/Kota, juga sudah di atas 60 persen.

“APBN data yang saya terima pada jumat kemarin sudah 64 persen. Perkiraan kita pada akhir tahun, jatuhnya pada 92-94 persen serapan anggaran. Sehingga kita harapkan itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara kita,” terang Jokowi.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak harus tetap menumbuhkan optimism, tidak ada yang lain. “Negara yang lain boleh turun, tapi kita harus optimis bahwa Indonesia bisa naik pertumbuhannya. Dan kita harapkan tahun depan betul-betul nantinya sudah merangkak step demi step untuk tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Sebelumnya pada awal sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, saat ini memang ekonomi dunia melambat, dan pelambatan itu juga terjadi di negara kita. Tetapi Presiden Jokowi menegaskan, kita harus optimistis.

“Kenapa seperti itu? Karena masih banyak peluang-peluang di negara kita yang bisa kita angkat menjadi sebuah investasi, menjadi sebuah lapangan pekerjaan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, pemerintah telah melakukan terobosan-terobosan untuk menggaet investor. Dalam hal perizinan misalnya, investor atau perusahaan yang datang akan dilayani maksimal. Hanya perlu waktu 3 (tiga) jam bagi investor untuk mengurus perizinan, langsung bisa konstruksi.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Menperin Saleh Husni, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menaker Hanif Dakhiri, Kepala BKPM Franky Sibarani, dan juga Gubernur Banten Rano Karno.