Beranda News Nasional Proyek Bendung Kamijoro Kelar, Suplai Air Irigasi di Bantul Lebih Terjamin

Proyek Bendung Kamijoro Kelar, Suplai Air Irigasi di Bantul Lebih Terjamin

192
BERBAGI
Bendung Kamijoro (Foto Kementerian PU)

TERASLAMPUNG.COM — Pembangunan Bendung Kamijoro yang dimulai pada 2016 sudah selesai pada 2018. Bendungan yang berada di aliran Kali Progo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, itu membuat suplai untuk air irigasi di Kabupaten Bantul lebih terjamin. Sebab, bendungan tersebut bisa mengairi sawah seluas 2.370 hektar di Kabupaten Bantul dan diharapkan meningkatkan intensitas tanam dari 205 % menjadi 270 %.

Bangunan bendung juga menyediakan prasarana pengambilan air baku ke arah Kabupaten Kulon Progo sebesar 500 l/dt.

Pembangunan Bendung Kamijoro juga dilengkapi dengan taman sehingga menjadi ruang terbuka publik yang banyak dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang datang memanfaatkan taman yang ada untuk beragam aktivitas seperti bersantai, berolahraga dan swafoto. Selain itu juga terdapat jembatan yang menjadi lokasi wisatawan menikmati aliran Kali Progo. Fasilitas publik seperti mushola dan kamar mandi juga telah tersedia.

Pembangunannya dilakukan dengan kontrak tahun jamak 2016-2018 sebesar Rp 229 miliar oleh kontraktor PT. Waskita Karya dan PT. PP (Kerjasama Operasi/KSO). Sementara konsultan supervisinya adalah PT. Yodya Karya dan PT. Catur Bina dengan nilai kotrak Rp 7,8 miliar. Selain membangun bendung, pekerjaan lainnya adalah rehabilitasi saluran sepanjang 9,6 Km, pekerjaan intake air baku, pembuatan rumah panel dan penghijauan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 1 juta hektare jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 3 juta hektare jaringan irigasi pada periode 2015-2019. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program yang targetnya akan tercapai selain pemeliharaan jalan nasional, pembangunan jalan baru, jalan tol, waduk, kota baru, pelatihan konstruksi dan sertifikasi konstruksi.

Capaian dalam empat tahun (2015 – 2018), Pemerintah telah membangun 860.015 Ha jaringan irigasi baru yakni tahun 2015 seluas 273.532 hektare, 2016 seluas 138.661 hektare, tahun 2017 seluas 227.743 hektare dan tahun 2018 seluas 220.079 hektare. Pada tahun 2019 ditargetkan tambahan jaringan irigasi seluas 139.410 hektare.

Loading...